Kadis PUPR Dituntut 2,6 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Wali Kota Rp530 Juta

Kadis PU Medan, Isa Ansyari.(WOL Photo/ryan)

MEDAN, Waspada.co.id – Beri suap kepada Wali Kota Medan Nonaktif, Dzulmi Eldin, Kadis PU Medan Isa Ansyari, dituntut 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp250 juta dengan subsider 6 bulan kurungan.

Menurut Jaksa Penuntut Umum dari KPK, Zainal Abidin, terdakwa telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang Undang RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1.

“Dengan ini meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp250 juta dengan subsider 6 bulan kurungan kepada terdakwa Isa Ansyari,” pinta Jaksa kepada Majelis Hakim yang diketuai Abdul Azis, di Ruang Kartika, Senin (3/2).

Lebih lanjut, jaksa berpendapat, hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mendukung upaya pemerintah dan masyarakat dalam giat-giatnya memberantas korupsi.

“Sementara yang meringankan terdakwa menyesali perbuatannya, bertindak kooperatif, dan belum pernah dihukum,” jelas jaksa.

Dalam hal ini terdakwa Isa Ansyari terjerat kasus suap bersama Wali Kota Medan Nonaktif Dzulmi Eldin dalam perkara dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan pada pemerintah Kota Medan tahun 2019.

Dikesaksian sebelumnya, terdakwa Isa Ansyari mengaku memberikan uang Rp530 juta kepada Wali Kota Medan Nonaktif Dzulmi Eldin berharap pekerjaannya bisa aman.

Uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi Wali Kota Medan Nonaktif Dzulmi Eldin, salah satunya untuk membayar kekurangan biaya perjalanan ke Jepang.(wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN