Ini Penjelasan Tim Kuasa Hukum Soal Penangkapan Togap Sihotang

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Proses penangkapan Togap Sihotang warga Jalan Pesantren VI, Kota Cimahi, oleh Polres Cimahi lalu diserahkan ke Polsek Sunggal tidak sesuai prosedur.

“Bahwa klien kami ditangkap secara paksa tanpa adanya surat tugas penangkapan oleh pihak Polsek Medan Sunggal di Bandung,” ujar Nurlida F Sihotang, selaku tim kuasa hukum, Jumat (21/2).

Menurutnya, Togap Sihotang tidak pernah melakukakan tindak penganiayaan sebagaimana yang telah diberitakan. Bahkan, tentang penerbitan DPO dan penetapan status tersangka tanpa adanya pemeriksaan saksi.

“Dengan hal ini telah menyebabkan opini yang keliru sebab belum ada pembuktian serta kepastian hukum,” tuturnya.

Diketahui, Sat Reskrim Polres Cimahi menangkap Togap Sihotang warga Toba Samosir, pelaku penganiayaan terhadap wartawan Medan, Leo Sembiring, yang kabur ke daerah Kota Cimahi.

Penangkapan itu dibenarkan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol S. Erlangga, Selasa (11/2).

“Tersangka ditangkap berdasarkan Lp B/585/IV/2016/Polsek Sunggal pada Tanggal 2 April 2016 dan surat DPO/01/ I/ res 1.6/2020/ Reskrim A/N Pelapor Leo Albertus,” katanya.

Diketahui, aksi penganiayaan ketika korban Leo bersama dengan saudaranya Ari Gurusinga datang ke rumah mertuanya di Perumahan Sunggal Anugrah Lestari untuk mengambil mesin cuci yang dibawa oleh istrinya Cerita Tio Nia Sihotang.

Namun, saat hendak ingin mengambil mesin cuci tersebut pelaku yang duduk di teras rumah langsung menganiaya korban. Usai melakukan aksinya pelaku kabur ke Kota Cimahi.

“Tersangka sudah kita serahkan ke Polsek Sunggal untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Erlangga.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN