Gubsu: Stop Polemik Isu Babi!

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan mencari solusi permasalahan virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang ribuan ternak babi di Sumut.

“Saya tengah mencari langkah yang tepat dan minta kita sama-sama mencari solusinya. Apa yang harus dilakukan dengan aturan yang berlaku,” ucap Edy saat menghadiri diskusi bersama dengan Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia yang difasilitasi DPRD Sumut di Aula DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (13/2).

Pada kesempatan itu, Gubsu menjawab semua polemik tentang babi yang menjadi tuntutan masyarakat. Ditegaskannya, bahwa isu pemusnahan seluruh ternak babi itu tidak benar. Sejak 25 September 2019, banyak bangkai babi itu terbuang di jalan dan sungai di Sumut.

Edy pun mengumpulkan seluruh OPD dan aparat terkait untuk mencari tahu penyebab banyak babi mati mendadak dan bangkainya dibuang sembarangan. Berdasarkan data yang ada diperkirakan ada 29 ribu babi yang mati mendadak. Atas kejadian ini, pihaknya menyurati Kementerian Pertanian dan Kesehatan.

Pemprovsu juga mengeluarkan kebijakan melarang masyarakat membuang bangkai babi sembarangan. Melarang babi terserang penyakit ke luar dari tempat peliharaan karena dapat membawa wabah serta membentuk tim untuk membantu masyarakat yang ternak babinya mati.

Advertisement

Kemudian, Komisi IV DPR RI datang dan membahas permasalahan ini hingga diketahui penyebab kematian babi ini karena virus ASF yang pertama ditemukan terjangkit di Taiwan. Hingga saat ini, vaksin virus ASF tersebut belum ditemukan.

“Diambil kesimpulan bahwa babi tidak bisa dimusnahkan karena virus ini tidak menjangkit hewan lain ataupun manusia. Babi itu juga makhluk Tuhan,” sebut Edy.

Menjawab tuntutan masyarakat, pemerintah diminta untuk mengganti kerugian ternak babi yang mati. Hal ini juga telah dipikirkan Pemprovsu, namun tidak bisa dilakukan karena melanggar UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Di akhir diskusi, Gubsu meminta seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan polemik babi yang dikhawatirkan dapat merusak keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumut. Selain itu, Gubsu meminta masyarakat tidak lagi demo di jalan terkait permasalahan babi.

“Tapi saya tidak dapat melarang karena kita berdemokrasi. Saya mohon kalau ada solusi sampaikan ke saya,” ucap Edy lagi.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, turut meminta masyarakat untuk menghentikan polemik babi tersebut. Ia mencurigai bahwa ada oknum yang memanfaatkan suasana untuk membuat kamtibmas di Sumut tidak kondusif.

“Saya tidak ingin ada lagi polemik babi ini. Kalau ada yang merasa tidak puas, mari berdiskusi sampaikan solusinya. Kita ingin membangun masyarakat Sumut yang bermartabat dan sejahtera,” katanya.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL