Gubsu: Rumah Relokasi Ini Hak Milik Kalian

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

ULU PUNGKUT, Waspada.co.id – Pembangunan rumah relokasi untuk korban bencana alam banjir dan longsor tahun lalu di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sudah rampung.

“Ini akan menjadi hak milik bapak dan ibu, biar tidak ada yang menggangu gugat. Tapi jangan lagi bapak menempati rumah yang lama. Kalau bisa rumah yang lama dirobohkan saja, untuk ditanam pohon juga boleh,” ujar Gubsu kepada warga di Simpang Duhu Lombang, Kecamatan Ulu Pungkut, Sabtu (22/2) kemarin.

Setelah menyapa para warga, gubernur bersama rombongan melihat rumah dan sejumlah fasilitas yang dibangun menggunakan APBD Pemprovsu tersebut. Gubsu juga melihat bagian dalam rumah permanen berlantai keramik tersebut.

Seluruhnya berjumlah 26 unit rumah. Pembangunannya sudah rampung 100% dan sudah siap untuk ditempati. Hanya tinggal menunggu pemasangan listrik dan instalasi air bersih yang diharapkan selesai sebelum Ramadhan tahun ini. Gubsu pun meminta Bupati Madina agar membantu proses pemasangan listrik dan instalasi air bersih.

“Segera ini harus bisa ditempati. Nanti saya akan berkomunikasi dengan bupati untuk menanyakan kapan air ini bisa dialirkan. Jangan tunggu bulan lima, kalau bisa bulan puasa sudah mereka tempati rumah ini. Bapak dan ibu pun mohon bersabar karena ini juga ada aturannya,” tambah Edy.

Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumut, Ida Mariana Harahap, menjelaskan bahwa seluruh rumah ini adalah untuk para korban bencana banjir bandang dan longsong yang menerjang Desa Muara Saladi tahun lalu.

“Untuk membangunnya, kita menggunakan alokasi APBD dengan rincian dana Rp65 juta per unitnya. Kita juga membangun jalan untuk akses ke perumahan serta dinding penahan tanah agar tidak terjadi longsor,” bebernya.

Ruslan, warga Desa Muara Saladi yang menjadi salah satu penerima bantuan rumah tersebut, mengaku senang atas terealisasinya janji Gubsu yang akan memberikan rumah relokasi untuk para korban.

“Terima kasih Pak Edy. Selama ini kami menanti kepastian kapan kami bisa menempati rumah tersebut. Tapi terjawab sudah keraguan itu, kami tak salah pilih pemimpin,” ujarnya.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL