Danau ‘Segitiga’ Marpunge, Potensi Terpendam Wisata Alam Gayo Lues

Danau 'Segitiga' Marpunge yang berada di atas ketinggian 1800 mdpl, di Marpunge, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. (WOL Photo/Bustanuddin)

BLANGKEJEREN, Waspada.co.id – Gayo Lues ternyata memiliki sebuah objek wisata yang fantastis, penuh aneka ragam flora dan fauna dengan kondisi alam yang masih ‘perawan’ dan lestari.

Danau ‘Segitiga’ Marpunge yang berada di atas ketinggian 1800 mdpl, sebelah Utara Desa Marpunge, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, sekitar 60 kilometer dari Kota Blangkejeren, dan 40 Kilometer dari arah Kutacane, Aceh Tenggara.

Nama ‘Segitiga’ Marpunge terbilang agak unik lantaran mirip Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik yang konotasinya angker dan mistis. Namun tidak demikian halnya, justru kesan yang timbul layaknya sebuah panorama alam ciptaan Sang Maha Kuasa yang tiada taranya. Indah, mempesona, sejuk dan menambah kekaguman mata yang menyaksikan.

Meski demikian, Danau ‘Segitiga’ Marpunge masih menyimpan misteri karena posisinya berada pada ketinggian. Tidak jauh dari lokasi danau tersebut terbentang fenomena alam lainnya, lautan pasir dan batu kerikil putih membentang di sepanjang lereng pegunungan.

Menurut Camat Putri Betung, Muhamad Jon SPd kepada Waspada Online baru-baru ini menyebutkan, jarak tempuh yang dilalui dari Jalan Raya Kp. Singah Mule dengan naik sepeda motor lebih kurang menempuh jarak sekitar 5 kilometer. Selanjutnya menuju rute ke Buntul Pegasingan dengan jalan kaki (tracking) selama lebih kurang 2,5 jam.

Masyarakat Putri Betung yang pernah menginjakkan kakinya di Danau ‘Segitiga’ Marpunge dan lereng gunung yang berpasir putih. (WOL Photo/Bustanuddin)

“Buntul Pegasingan sebagai tempat perkemahan dan menuju ke Danau ‘Segitiga’ Marpunge dengan jalan kaki menempuh perjalanan selama 2 jam lagi. Dan untuk ke lokasi Pasir Putih dari Buntul Pegasingan lama perjalanan lebih kurang 1,5 jam,” sebutnya.

Dijelaskan, Danau ‘Segitiga’ Marpunge ini kemungkinan besar terjadi akibat ledakan Gunung Merapi ribuan tahun lalu sebagaimana keterangan beberapa ahli geologi tentang terbentuknya beberapa danau lainnya di bumi ini. “Karena di sisi utara danau tersebut membentang lautan Pasir Putih, dan sebelah timur terdapat sumber air panas dan semacam kawah gunung berapi.

“Nama danau ‘Segitiga’ Marpunge disebut masyarakat kemungkinan dari bentuk danau yang mirip sisi segitiga,” jelasnya.

Terkait objek wisata tersembunyi itu, Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru yang dikonfirmasi Jum’at (14/2), mengatakan potensi wisata Danau ‘Segitiga’ Marpunge akan ditinjau lebih lanjut. “Jika memungkinkan akan dijadikan sebagai objek wisata dan objek penelitian bertaraf Internasional,” katanya.

Menurutnya, jika pun dikembangkan menjadi objek wisata, lokasi tersebut tetap akan dijaga kelestarian alamnya. “Tempat tersebut juga akan kita kembangkan menjadi objek riset terhadap flora dan fauna, bagi kepentingan ilmu pengetahuan,” sebut Muhammad Amru.

“Aset tak ternilai ini akan kita kembangkan dengan berkoordinasi kepada semua pihak, termasuk Balai TNGL, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan ahli geologi, agar dapat diketahui apakah lokasi tersebut rawan bencana atau tidak. Dalam waktu dekat akan kita lakukan ekspedisi menuju Danau ‘Segitiga’ Marpunge,” jelas Amru. (wol/bus/data3)
Editor: M. Agus Utama