Dampak Corona, Harga Bawang Putih Asal China Merangkak Naik

Ilustrasi (foto: ist)

MEDAN, Waspada.co.id – Dampak virus Corona, pembatasan impor pangan dari China mulai berdampak terhadap harga produk impor asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

Salah satunya adalah bawang putih. Komoditas yang seluruhnya dipasok dari China tersebut, kini harganya mulai melonjak dikisaran Rp 44.000 hingga Rp 50.000/kg. Sementara normalnya sekitar Rp 26.000/kg.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, saat ini sedang berkoordinasi dengan importir bawang putih terkait pasokan ke Sumut.

Kepala Dinas Disperindag Sumut, Zonny Waldi menuturkan di mana rencannya pembelian bawang putih akan dialihkan ke India dan Thailand. Tentu diharapkan importir kita melakukan impor dari negara lain seperti dari India dan Thailand.

“Kita sudah komunikasikan karena kebijakan impor ada di pusat. Importir kita itu juga banyak dari Jakarta. Pastinya, nanti diharapkan tidak ada masalah untuk pasokan bawang putih ke Sumut,”tuturnya, Jumat (7/2).

Dan salah satu bahan pokok penting dari China yang dipasok Sumut memang bawang putih. Lainnya adalah bawang bombay.

“Khusus untuk bawang putih, memang langsung dikoordinasikan agar harganya tidak terus melonjak. Apalagi komoditas ini juga kerap menyumbang inflasi,”jelasnya.

“Dan kita juga sudah menghubungi importir dan meminta agar stoknya dilepas ke pasar. Untuk jumlahnya, kini sedang inventarisir. Isu pembatasan barang-barang dari China, memang langsung ada reaksi pasar seperti ini. Pada menahan barangnya. Makanya kemarin sudah diimbau agar sentimen pasar ini tidak terus berkembang. Diimbau juga stoknya dilepas ke pasar dengan harga yang wajar,” tandasnya.(wol/eko/data2)