Cipayung Plus Minta Medan Bebas Dari Aksi Begal

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Kelompok Cipayung Plus Kota Medan menilai perlunya keseriusan aparat penegak hukum, eksekutif, dan legislatif, untuk membebaskan kota ini dari aksi begal dan kriminalitas jalanan lainnya. Pasalnya jika berkaca dari pemberitaan media massa, ibu kota Provinsi Sumut masuk kategori tidak ramah untuk wisatawan maupun masyarakat yang bermukim di kota ini.

Perwakilan Cipayung Plus Kota Medan, Angga Fahmi, mengatakan pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kota Medan perlu ditingkatkan. Dalam satu kesempatan, pihaknya sudah menyampaikan catatan ini ke Polresrabes Medan, agar terus meningkatkan patroli malam demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Untuk itu kita meminta dorongan dari legislatif, bagaimana caranya agar masalah-masalah yang kita sampaikan terealisasi dan warga tidak takut untuk keluar malam,” katanya usai beraudiensi di ruang pertemuan pimpinan DPRD Medan lantai 1 gedung DPRD Medan, Senin (10/2).

Angga yang juga menjabat Ketua IMM Kota Medan ini kembali menjelaskan apa yang menjadi sorotan kelompoknya terhadap kota ini. Pertama, persoalan banjir. Memang diakuinya Pemko Medan memiliki pemikir-pemikir ulung untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi setiap hujan deras mengguyur.

“Tetapi yang kita butuhkan adalah, bagaimana solusi yang diambil Pemko Medan untuk mengatasi masalah ini. Bagaimana mengelola tata ruang yang baik, ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) dan lainnya. Menurut kami itu yang perlu ditingkatkan lagi,” ujarnya seraya mengatakan sorotan yang kedua adalah mengenai transportasi massal agar segera direalisasikan.

Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga mengapresiasi masukan yang disampaikan para adik-adik aktivis tersebut. Artinya, dirinya siap menyampaikan masukan para adik-adik aktivis ke Polresrabes Medan dan Pemko Medan. “Kita mendorong aparat penegak hukum mengintensifkan patroli di jalan-jalan dan menyebar aparat berpakaian preman, demi terciptanya rasa aman di masyarakat,” imbuhnya.

Ihwan menilai, maraknya aksi kriminalitas jalanan tidak terlepas dari minimnya pendapatan seseorang. Sehingga mencari jalan pintas adalah solusi yang cepat bagi mereka para pelaku kriminalitas.

“Kita juga sudah mendorong Pemko Medan untuk mengaktifkan kembali Siskamling. Mengatasi kriminalitas jalanan bukan mutlak tanggung jawab Polisi, melainkan kita bersama. Dan saya berkeyakinan, camat, lurah, dan kepling mau serius mengatasi permasalahan ini,” pungkasnya.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN