Butong Ajak Pelajar se-Medan Utara Jauhi Narkoba dan Pergaulan Bebas

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Gerindra Surianto SH, menyebut narkoba adalah musuh bersama. Karena itu, sangat perlu mengetahui dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba khususnya di kalangan remaja dan siswa, terhadap penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) beberapa dekade ini.

Dikatakan, penyebaran HIV/AIDS tidak terlepas dari maraknya peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat. Sebab, narkoba merupakan salah satu pintu masuk penyebaran virus yang belum ditemukan obatnya tersebut.

“Ada banyak pola penyebaran HIV/AIDS. Selain sex bebas, penggunaan jarum suntik dan transfusi darah yang terpapar virus HIV, teknologi juga secara tidak langsung bisa dianggap mendorong penyebaran virus itu. Oleh karena itu, saya meminta kepada anak-anakku, bijaklah dalam menggunakan gadget,” ungkapnya saat menggelar Sosialisasi II Perda Kota Medan, Perda 1/2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Marelan Hall Jalan Pasar IV Barat, Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Selasa (18/2).

Butong, sapaan akrabnya mengatakan Perda 1/2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS terdiri XII BAB dan 36 Pasal. Dalam BAB VI yang berisikan masalah pembinaan pengawasan dan koordinasi, Wali Kota atau pejabat yang dihunjuk harus melakukan pembinaan terhadap semua kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

“Pada BAB VII soal larangan, dalam Pasal 31 disebutkan setiap orang yang mengetahui dirinya terinfeksi HIV dan AIDS dilarang melakukan seksual dengan orang lain. Setiap orang atau institusi dilarang melakukan diskriminasi terhadap orang yang diduga terinfeksi HIV dam AIDS,” terangnya.

Lebih lanjut Butong menjelaskan, pada BAB VIII tentang pembiayaan, dalam Pasal 32 disebutkan segala biaya yang dibutuhkan untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dibebankan pada APBD. Sama halnya, BAB X soal sanksi. Dalam Pasal 34 ayat 1 disebutkan Wali Kota berwenang menjatuhkan sanksi administrasi terhadap orang, lembaga dan instasi yang melakukan pelanggaran terhadap Perda. Dalam ayat 2 disebut terhadap PNS yang lalai dalam tugasnya diberikan sanksi pencopotan jabatan atau tunda kenaikan pangkat.

“Begitu juga dalam BAB XI tentang ketentuan pidana. Dalam Pasal 35 ayat 1 dinyatakan, setiap orang yang melanggar ketentuan dapat dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta,” bebernya.

Sebelumnya, sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Medan yang turut hadir dalam kegiatan sosialisasi perda kepada ratusan siswa se-Medan Utara sepakat menyatakan jauhi narkoba dan sex bebas. Sebab, narkoba dan sex bebas berkontribusi besar dalam penyebaran virus HIV/AIDS.

“20 tahun yang akan datang, mau atau tidak dan suka atau tidak, generasi mudalah yang bakal menggantikan seluruh posisi yang dipegang oleh bapak dan ibu adik-adik yang hadir di depan ini. Hanya dengan agamalah, semua akan terarah. Manfaatkan rumah ibadah yang ada dan isi dengan kegiatan-kegiatan positif yang meningkatkan keimanan kita,” ajak Danramil 010/ML Kapten Inf Mustaqim.

Turut hadir dalam sosialisasi Perda Kota Medan Perda 1/2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS yakni, Danramil 010/ML Kapten Inf Mustaqim, Ketua KNPI Medan Marelan Ardiansyah Sitepu, Sekcam Medan Marelan Suhariadi, perwakilan Dinas Kesehatan Medan Ahmad Ahyar Lubis, dan mewakili Kapolsek Labuhan Kanit Intel Polsek Labuhan Ipda R Opusunggu.

Sementara pihak sekolah yang diundang yakni:
1. SMA/SMK Budi Agung
2. SMA/SMK Nusantara
3. SMA Brigjen Katamso
4. SMA/SMK Bina Taruna
5. SMA/SMK Harapan Mekar
6. SMA/SMK Yapim
7. SMA/SMK Samudera Indonesia
8. SMA PGRI
9. SMA/SMK Sedayu Nusantara
10. SMA Al Hikmah
11. SMAN 16 Medan
12. SMA/SMK Bina Satria.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN