BPJamsostek Lindungi 130 Ulama di Medan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJamsostek). (WOL Photo)

Medan, Waspada.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJamsostek) memberikan perlindungan terhadap 130 ulama baik ustad dan ustadzah di Kota Medan.

Kepala BPJamsostek Cabang Medan Kota, Syahrial, menuturkan kepesertaan merupakan wujud perlindungan bagi para ulama jika sewaktu-waktu mengalami kecelakaan kerja ketika bekerja memberikan ceramah.

“Para ustad dan ustadzah juga merupakan aset bangsa yang perlu dilindungi profesinya. Apalagi, pekerjaan mereka utamanya memberikan ceramah-ceramah ke berbagai tempat maupun bisa saja berpindah-pindah ke kota lain,” katanya dalam kegiatan Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan Kepada Calon Mitra Ustadzi Indonesia, Kamis (6/2).

Syahrial berharap, kehadiran BPJamsostek juga bermanfaat untuk melindungi mereka. Apalagi, tujuan dari sosialisasi ini agar semua mitra Amanah Ustadzi Indonesia terdaftar menjadi peserta BPJamsostek.

“Bahkan, para ustad dan ustadzah sangat antusias dengan program BPJamsostek, sehingga mereka bisa tenang dalam menjalankan khotib di setiap masjid atau acara keagamaan,” terangnya.

Dan dengan iuran sebesar Rp16.800, para peserta sudah mendapatkan dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Sebab, para ulama merupakan salah satu mitra bukan penerima upah.

“Untuk JKK manfaatnya berupa pengobatan tanpa batas biaya dan JKM manfaatnya akan diterima ahli waris jika peserta meninggal dunia dengan pemberian santunan uang tunai,” ucapnya.

“Pekerja merupakan salah satu bentuk investasi terhadap keluarga jika mengalami resiko di suatu pekerjaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Founder dan CEO Amanah Ustadzi Indonesia, Taufik Rachman, menambahkan pihaknya sangat berharap semua mitra yang bergabung bisa terdaftar menjadi peserta BPJamsostek. Apalagi, program yang diberikan untuk melindungi para ustad dan ustadzah ketika bekerja.

“Jaminan sosial dapat menjamin kemandirian jika terjadi resiko sosial dalam hal terjadinya kehilangan atau berkurangnya pendapatan berupa uang maupun pelayanan. Maka itu, para ulama perlu mendapatkan perlindungan tersebut,” tandasnya.(wol/eko/data3)
Editor: SASTROY BANGUN