Bikin Gonjang-Ganjing Politik Malaysia, Warga Kecewa Mahathir Mundur

Warga Malaysia ingin kondisi politik kembali normal setelah pengunduran diri Mahathir Mohamad (AFP Photo)

GEORGE TOWN, Waspada.co.id – Warga Malaysia terkejut dengan pengunduran diri Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan gonjang-ganjing politik yang berlangsung tiba-tiba. Mereka ingin kekisiruhan ini segera berakhir.

Kekisruhan politik yang sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir mencapai puncaknya dengan pengunduran diri Mahathir pada Senin (24/2). Namun Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah meminta pria 94 tahun itu menjadi PM sementara sampai ditunjuk kepala pemerintahan baru dan terbentuknya kabinet.

Mahendra Lal, seorang pensiunan berusia 71 tahun, warga George Town, Penang, mengaku kecewa dengan kekacauan politik di negaranya.

“Saya tidak berpengalaman dalam politik, tapi saya merasa dikhianati oleh kondisi saat ini. Seolah-olah kita dibiarkan menggantung di udara,” ujar pria mantan manajer perusahaan swasta itu, dikutip dari The Star, Rabu (26/2).

Dia menilai PM harus menghormati perjanjian apa pun yang sudah dibuat sebelumnya. Jika tak ingin menjabat lagi, lanjut dia, Mahathir memberikan kesempatan kepada orang yang tepat untuk menjalankan pemerintahan.

Warga lain, Mohammad Kadir Mustafa (62) mengatakan, dia terkejut dengan perkembangan politik yang terjadi.

“Kami berharap adanya perubahan menggunakan cara yang baik setelah pemilu lalu. Yang kami inginkan pemerintahan yang bersih dari korupsi. Namun sekarang kita limbung. Kondisi perkembangan politik saat ini merupakan bacaan yang menghibur, tapi tidak bagi saya sebagai orang Malaysia yang bersemangat dan penuh harapan setelah perubahan koalisi yang berkuasa pada 2018,” tuturnya.

Mohammad Kadir mengenang saat pemilu pada Mei 2018. Menurut dia, warga Malaysia dengan antusias keluara rumah untuk memberikan suara dengan mengusung harapan adanya perubahan. Namun setelah 2 tahun, kondisinya seperti ini.

“Saya ingat bagaimana orang-orang keluar dan memilih. Kami berharap semuanya bisa kembali seperti semula,” ujar pria teknisi kelistrikan itu.

Sementara itu warga lainnya, Ang Kean Thye (47), khawatir gonjang-ganjing politik ini akan berdampak pada perekonomian.

Dia yakin ada yang bermain di balik kekisruhan ini untuk memenuhi ambisinya.

“Seperti pertunjukan satu orang dan semuanya dikendalikan oleh satu orang. Ini jelek bagi negara karena bisa kehilangan banyak investor akibat ketidakstabilan politik,” tutur pemilik kafe itu.

Lebih lanjut dia menegaskan tak memercayai para politisi di pemerintahan lagi karena mereka telah mengkhianati kepercayaan. (inews/data2)