Ashraf Sinclair Meninggal, Ini 4 Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda

Ashraf Sinclair (Foto: Okezone)
agregasi

Ashraf Sinclair suami Bunga Citra Lestari, meninggal dunia pagi ini, Selasa (18/2/2020). Ashraf meninggal dunia di usia 40 tahun akibat serangan jantung.

Menurut beberapa informasi yang beredar, Ashraf Sinclair meninggal dunia di RS MMC Kuningan Jakarta. Sampai sekarang, jenazah masih berada di rumah sakit.

Terlepas dari kabar duka ini, apa yang dialami Ashraf Sinclair harus menjadi pelajaran bagi siapa pun. Ya, mereka yang mengalami serangan jantung bukan hanya seseorang berusia 60 tahun ke atas, tapi malah semakin muda.

Lantas, apa kemungkinan penyebab seseorang berusia muda bisa mengalami serangan jantung?

Dikutip dari Men’s Health, ada 4 faktor risiko seseorang yang masih muda bisa terkena serangan jantung, berikut ulasannya;

1. Berat badan semakin meningkat

Pola makan yang semakin tidak terkontrol menjadi salah satu alasan anak muda bisa kena serangan jantung. Peneliti melihat bahwa sekarang ini banyak remaja yang gemuk dan sampai dewasa mereka tetap gemuk, bahkan semakin berat.

Kondisi ini yang membuat mereka lebih rentan terhadap serangan jantung. Jantung menjadi lebih sulit untuk bekerja dan ini yang menyebabkan terjadinya penyumbatan arteri dan akhirnya menggangu aliran darah ke jantung.

2. Merokok

Perokok aktif terbukti mengalami masalah kardiovaskular. Peneliti menerangkan bahwa hanya butuh satu batang rokok per hari untuk meningkatkan risiko pria terkena penyakit arteri koroner. Risiko ini berlaku juga pada pengguna vape.

3. Stres yang meningkat

Di zaman seperti sekarang, stres menjadi lebih mudah datang dan kondisi semacam ini bisa terjadi setiap hari. Mereka yang berusia 22 hingga 39 tahun adalah kelompok paling rentan terserang stres dan kondisi ini memperparah peradangan pada arteri koroner. Kalau sudah begini, yang bakal terjadi adalah pembekuan darah.

Secara tidak langsung, stres juga yang mempermudah seseorang untuk menjalankan hidup tidak sehat. Nah, dengan dorongan stres ini, seseorang akan lebih mudah terserang masalah kardiovaskular secara tidak langsung. Bahkan, risiko ini dua kali lipat lebih memungkinkan seseorang mengalami serangan jantung.

4. Mudah mengabaikan serangan jantung

Mereka yang berusia muda akan lebih mudah mengabaikan gejala serangan jantung. Mereka banyak yang menganggap masalah ini hanya dialami orang tua dan rasanya sulit menerpa anak muda. Kelalaian ini yang membuat seseorang malah jadi lebih mudah mengalami serangan jantung.