AS Sebut Iran Terus Pasok Senjata ke Kelompok Houthi di Yaman

Militer AS rilis foto senjata yang dipasok Iran ke militan Houthi di Yaman. (Angkatan Laut AS)

WASHINGTON, Waspada.co.id – Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan Iran terus memasok senjata kepada pemberontak Houthi di Yaman, yang digunakan untuk melawan pemerintah yang didukung Arab Saudi.

Pernyataan tersebut keluar setelah Angkatan Laut AS pada 19 Februari menita senjata canggih dan komponen senjata yang diyakini milik Iran yang ditujukan untuk para militan Houthi di Yaman.

“Penyitaan [terbaru] ini konsisten dengan pola historis penyelundupan senjata canggih Iran ke Houthi di Yaman,” kata Kapten Bill Urban dari Komando Sentral AS, yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Timur Tengah saat pengarahan harian di Pentagon, AS.

Urban mengatakan AS meyakini bahwa Iran menyediakan senjata kepada pemberontak Houthi selama lima tahun terakhir.

Dia memperlihatkan foto-foto senjata yang disita dan mengatakan senjata datang dari Iran dan ditujukan untuk milita Houthi.

Dia mengatakan USS Normandy pada 9 Februari menemukan 150 “Dhelavieh,” salinan rudal antitank Rusia Kornet buatan Iran dan tiga rudal darat yang dirancang dan diproduksi Iran.

Urban mengatakan para pakar AS percaya bahwa senjata-senjata itu diselundupkan secara ilegal ke Houthi di Yaman yang bertentangan dengan beberapa Resolusi Dewan Keamanan PBB.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Saudi, telah terlibat dalam perang berkepanjangan dengan pasukan Houthi sejak 2014.

Pasukan Houthi merebut sebagian besar barat laut negara itu dan ibukotanya, Sana, dalam perang yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang.

Banyak orang menyebut perang itu sebagai perang proksi antara Muslim Sunni Arab Saudi dan Iran yang dipimpin Syiah. (okz/data2)