Angkat Persoalan Hukum Korporasi, Wagubsu Pujian Sandi Nugroho

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah, menghadiri ujian promosi gelar Doktor Kombes Pol Dr Sandi Nugroho SIK SH MHum, mantan Kapolrestabes Medan yang kini menjabat Kapolrestabes Surabaya di ruang IMT-GT Biro Rektor USU, Senin (10/2).

Ucapan selamat dan apresiasi secara pribadi kepada Sandi Nugroho pun disampaikan Wagub seusai ujian promosi. Menurut Wagub, topik disertasi yang diangkat Sandi sangat menarik dan memiliki manfaat yang luas, khususnya bagi pihak korporasi.

“Pertama-tama saya sangat salut, meskipun sibuk dengan tugas jabatan, beliau masih menyempatkan waktu meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan. Patut dicontoh semangat seperti ini. Topik disertasi yang diangkat pun sangat menarik, bermanfaat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di sebuah korporasi,” ujar Wagub atau biasa disapa Ijeck.

Kata Ijeck, disertasi Sandi yang menyebut pemegang saham bank tidak lepas tanggung jawab dalam persoalan hukum tentu memberi warna baru dalam penyelesaian masalah korporasi. Disebutkan, selama ini kejadian kejahatan yang melibatkan korporasi selalu direksi dan komisaris yang dihukum.

“Jarang pemegang saham. Kalau pun ada cenderung tindakan pidana umum tidak seperti penipuan, pemalsuan surat, dan lain-lain. Saran untuk perubahan UU korporasi menarik, tentunya akan berdampak pula pada kinerja menjalankan korporasi, tak hanya direksi dan komisaris, tapi juga pemegang saham,” jelas Ijeck.

Sandi Nugroho lulus dalam sidang ujian Doktor Dalam Bidang Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU). Mantan Kapolrestabes Medan itu meraih predikat kelulusan “cumlaude” dengan keberhasilan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Standar Pertanggungjawaban Pemegang Saham Bank Berdasarkan Piercing the Corporate Veil di Indonesia”.

Dalam disertasinya, Sandi menyimpulkan pemegang saham bank tidak lepas tanggung jawab dalam persoalan hukum korporasi berdasarkan piercing the corporate veil (mengoyak/merobek tirai atau kerudung perusahaan). Sandi pun menyarankan perlu ada perubahan UU korporasi. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL