Anggota DPRA Jenguk 3 Warga Aceh Ditahan Polrestabes Medan

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Syafaruddin dari Fraksi Gerindra, dan Wahyu Wahab Sekretaris Fraksi PKB, menjenguk tiga warga Aceh yang terlibat dalam kasus perkelahian di Delicious Cafe-Mie Aceh, Kelurahan Titirantai, Kecamatan Medan Baru, Rabu malam (29/1) lalu.

Ke tiga warga Aceh yang ditahan itu bernama Mahyudi (38), Mursalin (32), dan Agus Salim (32), ke tiganya warga asal Aceh Pidie saat ini masih ditahan di ruang tahanan Polrestabes Medan, menunggu proses hukum lebih lanjut atas perkelahian dan mengakibatkan korban Abadi Bangun, seorang mandor angkutan di Medan tewas.

Dua anggota DPRA ini merasa terpanggil untuk memberikan dukungan moril dan diperkenankan bertemu langsung di ruang Sat Reskrim Polrestabes Medan dengan ke tiga warga Aceh yang dijerat dalam Pasal 338 jonto 351 ayat 3 tersebut.

Wakil rakyat provinsi Aceh ini meminta agar para tersangka, mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada Penyidik Polrestabes Medan karena mereka berkeyakinan penanganan kasus akan dilakukan dengan cara-cara yang profesional dan proporsional.

Setelah bersilaturrahim, tanpa melakukan intervensi, Kedua anggota legislatif provinsi berharap ketiganya mendapat keringanan dalam proses hukum atas berbagai pertimbangan.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari warga di sekitar lokasi kejadian, termasuk informasi dari media, kami berkeyakinan ada keringanan untuk saudara-saudara kami ini karena selama bergaul tidak pernah berselisih dengan siapapun. Bahkan korban, sudah berkali-kali makan gratis dan kerap membuat keributan, tidak hanya di warung mereka saja, tetapi di warung lain juga. Jadi kami berharap, ketiganya nanti bisa mendapatkan keringanan dan lebih penting, kasus ini tidak dipolitisir ke persoalan lain, apalagi kasus SARA, tapi ini murni kriminal,” ujar Syafaruddin, Selasa (11/2).

Apalagi dari penyidik kepolisian mereka juga mendapatkan informasi bahwa ketiganya tidak memiliki catatan kejahatan dan berkelakuan baik sejak ditangkap hingga saat ini.

“Jika ingin lari, ketiganya punya kesempatan itu. Tetapi ini tidak, mereka sadar telah berbuat salah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan tidak melarikan diri dan pasrah ditangkap kepolisian. Kita berharap ketiganya tetap tegar menghadapi cobaan, begitu juga keluarga di kampung,” jelas Syafaruddin.

Sebelum menjenguk ke tiga tersangka, kedua anggota DPRA ini sempat bersilaturrahmi dengan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak.

Kepada Kapolrestabes Medan, keduanya mengucapkan terima kasih atas suasana kondusif di Kota Medan, sehingga masyarakat, termasuk warga Aceh, merasa aman untuk berinvestasi dan berusaha di Medan. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN