7 Polisi Dugem di Crypton Hanya Kena Sanksi Disiplin, Warga: Suka-suka Mereka Saja Hukum Ini

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Tujuh polisi yang diamankan di Club Malam Krypton Room KTV karaoke Medan, hanya dikenakan sanksi disiplin padahal dari pemeriksaan ditemukan narkotika jenis pil ekstasi sejumlah 9 butir dan hasil tes urine dinyatakan positif narkoba.

Ke tujuh oknum yang diamankan berinisial, Briptu OMT, Briptu MSS, Bripda HRP, Bripda MARP, Bribda AF, Bribda JP, dan Bripda CKS.

Diketahui, berita sebelumnya, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, mengatakan ke tujuh polisi tersebut hanya dikenakan sanksi disiplin karena barang bukti berupa 9 butir pil ekstasi bukan milik mereka.

Menanggapi anehnya hukuman yang diberikan pada ke tujuh polisi tersebut, salah satu mahasiswa di Medan, Muhammad Iksan (20) menjelaskan, bahwa hukum di Indonesia sangat pilih kasih.

“Hukum di sini (Indonesia) runcing di bawah tumpul ke atas bang, bayangin aja bang, udah jelas terbukti menggunakan narkoba dan ada barbut, masa hanya di hukum disiplin, kan lucu bang,” tegasnya, Selasa (18/2).

Mengutip, Pasal 7 dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa “Semua orang sama di hadapan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi apapun.”

Dengan demikian, setiap orang harus diperlakukan sama di bawah hukum tanpa memandang ras, gender, kebangsaan, warna kulit, etnis, agama, difabel, atau karakteristik lain, tanpa hak istimewa, diskriminasi, atau bias.

Di lain tempat, masyarakat Kota Medan Zainal Abidin (32) sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh 7 oknum polisi tersebut. Pasalnya, ke tujuh oknum tersebut sebagai aparat penegak hukum tapi kenapa malah melanggar hukum.

“Mereka penegak hukum, tapi mereka yang melanggar hukum, seharusnya hukuman yang dijatuhi lebih berat dari masyarakat awam karena mereka penegak hukum. Ini malah kena hukum disiplin saja. Suka-suka mereka aja hukum ini,” kesalnya.(wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN