4 Maling Uang Rp1,6 Miliar di Pemprovsu Dituntut Jaksa Bervariasi

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Jaksa penuntut umum (JPU), Rambo Sinurat, menuntut bervariasi terhadap ke empat terdakwa kasus pencurian uang senilai Rp1,6 miliar di parkiran Pemprovsu.

Untuk terdakwa Niko Demos Sihombing dituntut dengan hukuman 7 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Musa Hardianto Sihombing dan Indra Haposan Nababan dituntut masing-masing 6 tahun dan 6 bulan penjara.

“Sedangkan terdakwa Niksar Sitorus dituntut dengan pidana 6 tahun penjara,” jelas jaksa Rambo di Ruang Sidang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (17/2).

Di hadapan majelis hakim diketuai Erintuah Damanik, jaksa menyebutkan, perbuatan para terdakwa diancam pidana dalam Pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHPidana.

Atas tuntutan itu, hakim Erintuah Damanik memberikan kesempatan para terdakwa untuk menyusun nota pembelaan, yang akan dibacakan pada sidang pekan depan.

“Saudara diberi kesempatan menyusun nota pembelaan. Sidang ditunda hingga minggu depan,” kata Erintuah menutup sidang.

Dalam dakwaan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menjelaskan, peristiwa raibnya uang Rp1,6 miliar itu terjadi pada 8 September 2019. Kejadian bermula saat Pembantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Muhammad Aldi Budianto dan tenaga honorer Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Indrawan Ginting mengambil uang dari Bank Sumut.

Selanjutnya, uang disimpan di dalam mobil yang diparkir di halaman kantor gubernur. Aldi dan Indrawan kemudian kembali ke kantor dan meninggalkan uang di dalam mobil. Saat kembali uang Rp1,6 miliar itu raib.

Setelah itu, Kasus ini dilaporkan ke Polrestabes Medan. Pada Selasa (24/9), polisi mulai menemukan titik terang. Sepekan kemudian, Selasa (1/10), polisi menangkap empat pelaku pencurian uang Rp1,6 miliar tersebut. Sementara itu, ada dua pelaku masih buron.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN