_
Home / Medan / Wujudkan Kesejahteraan Psikologis, Poltekbang Medan Gelar Nobar Film dan Assesment
WOL Photo

Wujudkan Kesejahteraan Psikologis, Poltekbang Medan Gelar Nobar Film dan Assesment

MEDAN, Waspada.co.id – Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan menggelar sejumlah kegiatan ketarunaan dari nonton bareng film The Stanford Prison Experiment hingga pelaksanaan assement psikologi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (17/1) hingga Sabtu (18/1).

Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk mengetahui bagaimana kesejahteraan psikologis taruna/i Poltekbang Medan ketika mereka berada di dalam lingkungan kampus maupun berada di luar kampus. Serta juga untuk mengetahui bagaimana kesiapan mereka menghadapi dunia kerjanya nanti.

“Kesejahteraan psikologis pada umumnya tak kalah penting dengan masalah kesehatan jasmani. Apabila kesehatan fisik mengalami gangguan maka dapat menimbulkan hal-hal negatif yang tidak diinginkan layaknya gangguan pada kesehatan fisik,” ujar Kepala Sub Bagian Administrasi Ketarunaan, Yustian Sinaga M.Psi Psikolog.

Film The Stanford Prison Experiment, yang diambil dari kisah nyatanya ini, bercerita mengenai bagaimana pribadi seseorang bisa berubah ketika lingkungan mendesaknya. Akan terlihat bagaimana pribadi yang baik, akan berubah menjadi ganas ketika lingkungan menuntutnya untuk seperti itu.

Menurutnya, ketidaksiapan menghadapi perubahan sosial, perundungan, tidak percaya diri, “alergi” terhadap perkembangan zaman, merupakan indikasi adanya ketidakmampuan dalam menangani masalah pada dirinya. Selanjutnya dapat mengarah pada penurunan kesehatan mental ataupun kesejahteraan psikologis. Perlu dicermati bahwa masa remaja merupakan fase yang rawan, labil, dan dinamis.

“Penurunan kesejahteraan psikologis dapat berakibat pada timbulnya perilaku menyimpang (maladjustment) yang tidak diinginkan baik oleh diri sendiri maupun lingkungan sekitar dan kadang terjadi tanpa disadari. Tentu saja, hal ini tidak kita inginkan terjadi pada taruna/i kita,” ujarnya.

Penyimpangan ini, sambungnya, diwujudkan dalam berbagai perilaku seperti burnout (keluar) dari pendidikan, tidak bergairah mempelajari hal hal baru, melakukan tindakan agresi baik ke diri sendiri (menyakiti diri sendiri) ataupun ke orang lain (perundungan verbal dan fisik).

Kondisi ini menunjukkan bahwa anak didik pada masa remaja perlu mendapatkan pendampingan guna mengarahkan pada hal-hal yang bersifat positif tanpa mengabaikan sisi aktualisasi peserta didik dan sekolah. Perhatian akan pentingnya kesadaran dan pemahaman terhadap kesehatan mental di lingkungan penting diperhatiman serius. Segenap pihak dosen, guru, wali kelas, dosen wali, pengasuh.

Kegiatan ini, tambah Kepala Bagian Administrasi dan Ketarunaan, Dia Anggraini Purwaningtyas S.Si.T M.T. dilakukan sebagai upaya untuk membentuk calon perwira transportasi yang memiliki integritas, profesional, dan prima.

“Maka kemampuan adaptif juga perlu disertai dengan upaya pembentukan karakter dan sikap mental yang mengedepankan keselamatan, excellent service dan attitude yang baik,“ imbuhnya.

Untuk itu, diharapkan dari hasil nonton bareng film bernuansa psikologi dan assessment psikotes yang dilaksanakan, bisa memetakan bagaimana prilaku taruna/i Poltekbang Medan, sehingga kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dapat dihindari, baik itu dari pribadi taruna/i-nya maupun dari pihak pengajar dan pembina.

“Semoga kami semakin peka terhadap kesehatan mental dalam dunia pendidikan, tidak hanya taruna/i saja, tetapi semua unsur yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar di Poltekbang Medan. Sehingga akan terwujud kecerdasan emosional yang membuka peluang prilaku peduli dan empati,” tandas Dian Anggraini.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Ratusan Pelajar Padati Pameran Pendidikan Amerika Serikat

MEDAN, Waspada.co.id – Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Medan dan Sumatera Utara memadati ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.