Wakil Ketua Komisi VII: Stok SDA Sumbar Melimpah

foto: istimewa

PADANG, Waspada.co.id – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengatakan bahwa potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tergolong melimpah. Ia menyampaikan, batubara menjadi salah satu andalan sumber daya alam Sumbar di sektor pertambangan.

Selain itu terdapat potensi bahan galian lainnya, di antaranya deposit pasir dan batu gunung, liat silika, besi oksida, serta kapur.

“Sumber listrik di Sumatera Barat juga luar biasa, terutama di bidang EBT (Energi Baru Terbarukan), yaitu potensi energi air dan panas bumi,” ucap Gus Irawan disela-sela memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI ke Provinsi Sumatera Barat, belum lama ini.

Dia menerangkan kapur sebagai bahan dasar industri semen diantaranya terdapat di Kota Padang dan di daerah sekitar Danau Singkarak. “Deposit batu kapur yang bisa di eksploitasi di Kota Padang Panjang tercatat sebanyak 43 juta ton,” jelasnya. Selain bahan galian, terdapat juga sumber air yang melimpah, seperti di perairan Danau Singkarak dan Maninjau yang telah lama dimanfaatkan menjadi sumber Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Dikatakannya, di balik semua potensi potensi tersebut masih terdapat berbagai permasalahan dan tantangan yang dirasakan masyarakat Sumbar terkait sumber daya mineral, pertambangan, dan ketenagalistrikan. Pada bidang ketenagalistrikan, rasio elektrifikasi PLN di Provinsi Sumatera Barat masih menghadapi permasalahan. Kondisi geografis Sumbar menjadi tantangan, di mana banyak wilayah-wilayah yang cukup terpencil dan minim infrastruktur jalan.

“Wilayah-wilayah terpencil tersebut diantaranya adalah Kepulauan Mentawai, Solok Selatan dan Pasaman Barat. Saya selalu push ke PLN, yang paling rendah rasio elektrifikasinya di Sumatera Barat adalah Kepulauan Mentawai. Namun berdasarkan laporan yang disampaikan Gubernur dalam paparannya, hal itu sudah diangkat sampai dengan 72 persen. Artinya meningkat cukup tajam dari tahun-tahun yang lalu. Namun kita tetap mendorong PLN untuk tetap terus bisa meningkatkan lagi dari yang 72 persen tersebut,” katanya.

Gus menambahkan, terdapat 1.158 desa yang sudah berlistrik, di mana dari jumlah itu, sebanyak 16 desa di antaranya dilistriki melalui program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dari Kementerian ESDM. Sementara masih terdapat 49.942 rumah tangga di Provinsi Sumatera Barat, berdasarkan data bulan april 2019, yang masih belum mendapatkan listrik.

“Oleh karena itu infrastruktur kelistrikan perlu menjadi salah satu prioritas pembangunan di Sumbar di samping sektor lainnya,” tandasnya. (wol/min/data2)

Editor: Agus Utama