_
Home / Sumut / Tingkat Kecelakaan KA Masih Tinggi di Sumut
WOL Photo

Tingkat Kecelakaan KA Masih Tinggi di Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Kecelakaan kereta api di perlintasan resmi dan perlintasan tidak resmi di jalur KA Sumatera Utara masih tinggi.

Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut, Ilud Siregar, menuturkan hingga saat ini tingkat kecelakaan di palang pintu perlintasan serta di ruang manfaat jalur kereta api masih tinggi.

“Karena kemarin pada pukul 18.40 WIB Kereta Api Barang KLB V1/10195 di KM 38 + 900 Petak Jalan Lidah Tanah – Perbaungan Tertemper oleh satu unit mobil minibus,” terangnya, Senin (20/1).

Tentu dampak kecelakaan mengakibatkan adanya kelambatan perjalanan kereta api dimana salah satunya kelambatan perjalanan KA U55 Kereta Api Sribilah relasi Rantau Prapat – Medan dan KA U68 Kereta Api Putri Deli relasi Medan – Tanjung Balai.

“Sehingga KAI Sumut menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang kereta api dengan adanya kejadian tersebut, adanya kelambatan perjalan kereta api serta untuk kerusakan masih dalam pemeriksaan unit sarana,” terangnya.

Pada tahun 2019 sudah terjadi 108 kali kejadian kecelakaan di pintu perlintasan resmi dan perlintasan tidak resmi maupun di ruang manfaat jalur kereta api.

“Jumlah kecelakaan itu masing-masing 6 kali kejadian terjadi di perlintasan resmi dan 50 kali perlintasan tidak resmi, dan 36 kali pejalan kaki dan 16 hewan ternak di daerah ruang manfaat jalur kereta api,” ungkapnya.

Penyebab kecelakaan terbanyak disebabkan oleh pengguna jalan masih tidak disiplin dalam melewati perlintasan. Ketidakdisiplinan itu, antara lain dengan membuka perlintasan liar atau tidak resmi, melanggar pintu yang sudah tertutup atau kurang hati-hati dan kurang waspada.

“Kemudian melanggar atau tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, pengendara tidak melihat kanan kiri, adanya hewan ternak peliharaan yang tidak dijaga oleh pemiliknya serta masyarakat berada di ruang manfaat jalur kereta api,” tambah Ilud.

Manajemen KAI ini berharap, peran serta masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api semakin besar dengan turut serta menjaga ketertiban dan keamanan perjalanan kereta api.

“Peran serta seperti menaati aturan-aturan dan norma yang berlaku serta patuh terhadap rambu-rambu yang ada di perlintasan sebidang dengan jalur kereta api. Kemudian tidak mendirikan bangunan di daerah jalur kereta api. “Juga tidak menempatkan atau menaruh barang berbahaya di daerah jalur kereta api serta tidak berada di ruang manfaat jalur kereta api,” katanya.

“Dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian di pasal 38, menyebutkan ruang manfaat jalur kereta api diperuntukkan bagi pengoperasian kereta api dan merupakan daerah yang tertutup untuk umum,” tandasnya.(wol/eko/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Jelang Momen Nataru, KAI Lakukan Ini

MEDAN, Waspada.co.id – Menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020, PT KAI (Persero) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.