_
Home / Medan / Tiga Kurir Ganja 170 Kg ‘Selamat’ Dari Hukuman Mati
Tiga Terdakwa Kasus kurir ganja seberat 170 Kg. (WOL Photo)

Tiga Kurir Ganja 170 Kg ‘Selamat’ Dari Hukuman Mati

MEDAN, Waspada.co.id – Tiga kurir ganja seberat 170 Kg selamat dari hukuman mati. Pasalnya, pekan lalu Jaksa Penuntut Umum meminta kepada mejelis hakim untuk menjatuhi hukuman mati kepada ketiga terdakwa. Namun, hari ini, ketiga terdakwa divonis dengan hukuman penjara seumur hidup.

Dalam amar putusan, Mejelis Hakim yang diketuai Irwan Effendi menyebutkan, bahwa ketiganya melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Ketiga terdakwa dijatuhi hukuman seumur hidup,” ucap Hakim, di Ruang Kartika, Selasa (27/1).

Hakim berpendapat yang meringankan bahwa ketiga terdakwa mengakui perbuatannya. “Sedangkan yang memberatkan perbuatan ketiganya bisa merusak para generasi muda dengan barang bukti yang sangat banyak. Ketiga terdakwa juga tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika,” tutur Hakim.

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Septebrina Silaban menuturkan, kasus bermula saat terdakwa Mukhlis bersama Darman Bustaman dan Boy Haki (berkas terpisah) pada Rabu 15 Mei 2019 merencanakan pengiriman sabu dari Aceh ke Medan, di sebuah warung kopi di Jalan Simpang Matang Samalanga Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen.

“Saat di warung Darman mengajak Mukhlis untuk ikut ke Medan mengawal orang yang membawa ganja kering. Saat itu terdakwa Mukhlis menyetujuinya. Mereka kemudian sepakat bertemu di Kampung Cet Sireuen,” kata Jaksa.

Diterangkan, dengan menggunakan mobil minibus, terdakwa Darman datang menjemput Mukhlis. Saat itu, daun ganja yang sudah dibawa, bukan di dalam mobil mereka, melainkan di dalam mobil lain yang ikut bersamaan menuju Medan. Namun, saat diperjalanan menuju ke Medan, mobil mereka dirazia. Darman menghubungi temannya yang membawa ganja di mobil belakang agar sementara tidak melanjutkan perjalanan.

“Setelah aman, Darman menyuruh temannya yang tidak terdakwa kenali untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Medan dengan meyakinkan bahwa razia sudah tidak ada lagi di depan Polsek Gebang,” urai jaksa.

Sesampainya di Medan pada 16 Mei 2019, Lanjut JPU, terdakwa Darman menuju persimpangan Jalan Bunga Raya, Medan Sunggal. Namun saat itu tiba tiba mobil yang dikemudikan oleh Darman diberhentikan polisi berpakaian preman dari Polda Sumut.

Namun, saat diinterogasi polisi, Darman mengaku, ganja tersebut tidak ada dalam mobil yang ia bawa. Melainkan mobil minibus yang berwarna hitam yang dikemudikan rekan terdakwa.

“Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap mobil Avanza warna hitam tersebut, kemudian diberhentikan. Sewaktu diperiksa di dalam mobil didapat terdakwa Boi Haky dan ditemukan 5 karung goni berisi 170 bal daun ganja kering seberat 170 kg,” pungkas jaksa. (wol/ryan/data3)
Editor: Agus Utama

Check Also

4 Maling Uang Rp1,6 Miliar di Pemprovsu Dituntut Jaksa Bervariasi

MEDAN, Waspada.co.id – Jaksa penuntut umum (JPU), Rambo Sinurat, menuntut bervariasi terhadap ke empat terdakwa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.