Tidak Sesuai Skenario Pembunuhan, Zuraida Sempat Cekcok Dengan 2 Eksekutor

WOL Photo/Lihavez

MEDAN, Waspada.co.id – Banyak fakta baru terungkap dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Jamaluddin yang digelar penyidik Polda Sumut dan Polrestabes Medan, Kamis (16/1).

Dari hasil rekontruksi yang berlangsung di Komplek Royal Monaco diketahui usai membunuh korban Jamaluddin, tersangka Zuraida sempat cekcok dengan dua eksekutor Jefri Pratama dan Reza Fahlevi.

Pasalnya, sesuai rencana Jamaluddin akan diskenariokan seolah-olah tewas karena serangan jantung. Namun ternyata, rencana para pelaku ternyata meleset. Karena saat tewas, korban meninggalkan luka lebam merah pada bagian wajahnya.

“Di sini (kediaman Jamaluddin -red) terjadi perdebatan karena tidak sesuai dengan rencana. Sebab diskenariokan oleh para pelaku korban meninggal karena serangan jantung, itu jam 00.00 WIB pada tanggal 29 November,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin.

Lebih lanjut, Martuani menjelaskan para pelaku tidak menduga munculnya luka lebam tersebut. Hal ini terjadi karena pelaku terlalu kuat membekap korban sehingga meninggalkan jejak.

“Ini tidak diinginkan oleh istri korban, karena pasti polisi langsung menuduhnya sebagai pelaku dan bukan karena serangan jantung,” jelasnya.

Oleh karena itu, di antara ketiganya pun terjadi perdebatan. Sehingga akhirnya disepakati, bahwa terhadap jenazah korban untuk dibuang.

“Jadi istri korban berkeras bahwa korban harus dibuang. Itulah (makanya) mereka membuang (korban),” sebutnya.

Martuani menambahkan, jika ada yang menarik dalam rekonstruksi di sini. Dimana istri korban memberikan warning jangan pernah menghubungi dirinya selama 4-5 bulan ke depan, sampai semua dinyatakan aman.

“Ini menarik, sehingga dugaan pasal yang kita tentukan akan menguatkan kasus ini menjadi kasus pembunuhan berencana,” pungkasnya. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN