Takut Dicopot, OPD Beri Uang Untuk Eldin, Hakim: Mending Kasih Anak Yatim

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Miris, dalam sidang kesaksian terkait kasus suap dengan proyek dan jabatan pada pemerintah Kota Medan tahun 2019 yang melibatkan Kadis PU Kota Medan, Isa Ansyari bersama Wali Kota Medan Nonaktif, Dzulmi Eldin.

Majelis Hakim yang diketuai Abdul Azis menasihati para saksi setelah mendengarkan pengakuan dari beberapa saksi yang memberikan uang untuk membantu keberangkatan Eldin ke Jepang agar tidak dicopot dan dianggap loyal.

Menurutnya, tidak wajar seorang kepala daerah kekurangan uang operasional. Sebab semua dana operasional mereka sudah ditanggung negara.

“Tidak wajar seorang kepala daerah tidak memiliki dana operasional. Sebab dana mereka sudah diatur oleh negara, istilahnya seorang kepala daerah kurang uang operasionalnya, nanti ketawak orang,” ujar Hakim yang diketuai Abdul Azis, di Ruang Cakra Utama, Kamis (16/1).

Selaku bawahan tidaklah pantas membantu dana operasional, lanjut hakim, kepada seorang kepala daerah, karena itu sudah melawan hukum.

Advertisement

Diketahui, sebelum hakim mengutarakan pernyataan seperti itu, Kadis Dishub Medan Iswar, mengaku kepada hakim, kalau dirinya dimintai Rp200 juta untuk keberangkatan Wali Kota Medan ke Jepang oleh Samsul.

“Saya memberikan karena saya loyal, karena kalau tidak loyal, saya takut dicopot dari jabatan,” ucapnya.

Serontak, hakim pun merasa kecewa dari pengakuan saksi dan seketika itu pula, majelis hakim menasihati saksi.

“Bapak selaku anak buah, wajar memberi, karena loyal. Nah maka itulah dilarang undang undang, karena itu salah di mata hukum. Lebih baik anak yatim dibantu, dapat pahala pak,” tegas Hakim. (wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN