Simpan Ganja Satu Ons, Warga Jerman: Untuk Obat Stres

WOL Photo/Ryan
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Bernd Ulrich Heumann (39) warga negara Jerman didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Medan, dalam perkara kepemilikan narkotika jenis ganja seberat kurang lebih 1 ons.

Agenda persidangan, pemeriksaan saksi dari Polsek Medan Baru, J.Purba dan N. Simajuntak yang pada kesempatan itu menjelaskan proses penangkapan terdakwa dan penyitaan barang bukti yang dimiliki terdakwa.

Kedua saksi menjelaskan, terdakwa yang berkacamata dengan rambut agak plontos itu ditangkap berikut barang bukti ganja yang dibungkus kertas koran.

Awalnya polisi mendapat laporan dari warga, adanya orang asing yang kos di Jalan SM Raja, Gg Sumatera Medan, memiliki narkotika jenis ganja. Berdasarkan laporan itu, ujar saksi, Kamis 25 Juli 2019 dinihari, dilakukan penangkapan terhadap terdakwa.

“Tak mudah menangkap terdakwa. Soalnya rumah yang dihuni terdakwa terkunci rapat. Ujungnya, petugas membawa saksi kepala lingkungan (kepling) dan meminta kepada pemilik rumah untuk segera membuka rumah yang dihuni terdakwa,” ungkap saksi dari kepolisian, di hadapan Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata, Rabu (15/1).

iklan

Setelah pintu terbuka polisi pun berupaya masuk, lanjut Purba, melihat polisi masuk terdakwa berupaya melarikan diri. Namun, akhirnya tak berkutik dan berupaya mengeluarkan segepok ganja dibungkus kertas koran dari bagian depan celananya.

Setelah mendapat penjelasan dari penerjemah, terdakwa tidak membantah keterangan kedua saksi. Bahkan terdakwa sempat mempraktekkan bagaimana ia mengeluarkan bungkusan ganja dari dalan celananya.

Menurut terdakwa, seperti yang dituturkan penerjemah, ia mendapatkan ganja dari seorang pengamen, dengan membayar Rp300 ribu. “Ganja itu, digunakan untuk obat pening dan obat stres,” ucap terdakwa.

Saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) S.Putra, apakah terdakwa mengetahui, ganja merupakan barang terlarang dan perbuatan terdakwa telah melanggar undang-undang.

Menjawab pertanyaan JPU, terdakwa hanya mengangguk, tanda mengerti, sambil menambahkan jika di negaranya, mengisap ganja tidak dilarang dan bukan perbuatan melanggar hukum.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan