_
Home / Fokus Redaksi / Sidang Korupsi Kadis PU Medan, KPK Hadirkan 7 Orang Saksi
WOL Photo/Ryan

Sidang Korupsi Kadis PU Medan, KPK Hadirkan 7 Orang Saksi

MEDAN, Waspada.co.id – Hari ini, dalam sidang kesaksian yang menjerat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Isa Ansyari yang melibatkan Wali Kota Medan non aktif Dzulmi Eldin dalam perkara dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019.

Di Sidang Tipikor pada PN Medan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK menghadirkan tujuh orang saksi, salah satunya Seketaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman.

Dalam kesaksiannya, Sekda Kota Medan itu mengaku, tidak mengetahui adanya tindakan korupsi yang terjadi di Pemerintah Kota Medan. “Sebelumnya saya tidak pernah tau, saya tau setelah berita ini sudah di permukaan,” katanya di hadapan Ketua Majelis Hakim, yang diketuai Abdul Aziz, di ruangan Cakra 1, Kamis (2/1).

Selanjutnya, Hakim bertanya tentang perjalanan dinas ke Jepang. “Ada gak biaya yang ditanggung pemerintah untuk perjalanan ke luar Negeri,” tanya hakim kepada saksi.

Dengan tegas, Wiriya menjawab, biaya keluar negeri memang ada setiap tahunnya dan itu mencukupi. “Yang dibayar dari pemerintah sejumlah delapan orang,” jelasnya.

Majelis hakim juga menyingung, terkait hutang piutang kepada salah satu perusahaan travel. “Setelah pulang ada gak laporan/permasalahan, bahwa ada hutang kepada trevel itu,” tanya hakim.

Wiriya pun menjawab pertanyaan hakim, dan mengakui kalau Kabag Umum melapor kepadanya, karena masih ada hutang yang belum dibayar oleh Wali Kota Medan Dzulmi Eldin sebesar Rp400-Rp500 juta.

“Pak ada hutang di trevel, kata Kabag Umum kepada saya. Terus saya tanya utang apa itu, katanya untuk pembelian tiket hotel, jawab Kabag. Terus saya tanya lagi, kok sama saya melapor, terus dia jawab, saya hanya mintak petunjuk, terus saya bilang, laporkan kepada pak wali, beberkan seluruh pengeluaran itu, minta pak wali untuk membayar karena itu urusan pribadi,” jelas Wiriya, menirukan ucapan Kabag Umum Pemko Medan.

Diketahui, rombongan yang ikut ke Jepang terdiri dari Dzulmi Eldin, Rita Maharani, Samsul Fitri, Andika Suhartono, Fitra Azmayanti Nasution, Musaddad, Iswar S, Suherman, T. Edriansyah Rendy, Rania Kamila, Hafni Hanum, Tandeanus, Vincent dan Amanda Syaputra Batubara, yang akan difasilitasi oleh ERNI Tour & Travel.

Selanjutnya, perbuatan terdakwa Isa Ansyari memberi sesuatu berupa uang seluruhnya berjumlah Rp530 juta kepada Dzulmi Eldin selaku Wali Kota Medan. “Karena perbuatan tersebut, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 5 Ayat 1 Huruf a dan Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” pungkas JPU. (wol/ryan/data3)

Editor: Agus Utama

Check Also

Bamsoet Ingin Kejaksaan Agung Tuntaskan Kasus Jiwasraya dan Asabri

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengapresiasi Jaksa Agung ST Burhanuddin ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.