“Selalu Merugi, Satukan Saja PD RPH Dengan Distankan”

Anggota DPRD Medan dari Fraksi Nasdem, Antonius Devanus Tumanggor.

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor, mengusulkan kepada Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, agar menyatukan dua instansi yakni Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD-RPH) dan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Medan. Di mana PD RPH lebih efektif menjadi Unit Pelayanan Teknis (UPT) dari pada berdiri sendiri.

“PD RPH bagusnya di bawah naungan Dinas Pertanian dan Perikanan saja sebagai UPT. Dengan demikian lebih mudah dikontrol dan pengawas oleh Pemko Medan terhadap RPH,” katanya, Rabu (15/1).

Menurut Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPRD Medan ini, jika kegiatan RPH ditangani oleh Distankan, maka segala kegiatan akan lebih mudah diawasi. Begitu juga tindakan dan sanksi yang akan dilakukan pasti lebih mudah karena melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Saat ini kata Tumanggor, dirinya prihatin mendengar PD RPH Medan kondisi keuangannya kurang sehat dan selalu merugi. Sehingga pegawainya sering terlambat gajian bahkan kurang memadai. “Hal itu harus segera disikapi demi yang terbaik terhadap semua pihak,” sarannya.

Ditambahkan Antonius, minimnya pendapatan retribusi dari RPH patut diteliti mengingat banyaknya komsumsi daging di Kota Medan.

“Perlu ditelusuri, apakah seluruh daging hewan yang dikomsumsi di Kota Medan sudah lewat RPH atau tidak. Selain kebocoran retribusi juga harus dipastikan soal keabsahan label halalnya,” terangnya.

Sementara itu, Kadistankan Kota Medan Ikhsar Rasyid Marbun menyambut baik usulan tersebut. Ia pun mencontohkan seperti di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Pematang Siantar serta beberapa daerah lainnya, menyatukan Distankan dengan PD RPH-nya.

“Kalau PD RPH dijadikan UPT, mungkin akan lebih mudah mengkontrol transaksi pemotongan hewan dan komsumsi kebutuhan daging serta ikan di Kota Medan. Bahkan pemotongan liar dan masuknya daging ilegal akan lebih mudah diawasi,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN