_
Home / Medan / Samsul: Saya Diperintahkan Eldin Minta Kekurangan Uang ke Jepang
WOL Photo/Ryan

Samsul: Saya Diperintahkan Eldin Minta Kekurangan Uang ke Jepang

MEDAN, Waspada.co.id – Dalam Sidang kesaksian yang menjerat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Isa Ansyari, terkait kasus suap bersama Wali Kota Medan Nonaktif, Dzulmi Eldin, dalam perkara dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan pada pemerintah Kota Medan Tahun 2019.

Jaksa Penuntut Umum dari KPK menghadirkan saksi di antaranya Kadishub Medan Iswar S Lubis, Kadis BPKAD/Dispenda Medan Suherman, Kadis Ketahanan Pangan Medan Emilia Lubis, dan Kasubag Protokoler Sekretariat Pemko Medan Samsul Fitri, bersama delapan orang saksi yang dihadirkan.

Di awal pertanyaan Majelis Hakim yang diketuai Abdul Azis, langsung bertanya kepada Samsul terkait pernyataan Eldin yang menyatakan kalau dirinya tidak ada menyuruh Kasubbag untuk meminta uang kekurangan perjalanan ke Jepang.

“Adakah anda disuruh untuk meminta uang kekurangan ke Jepang,” tanya hakim kepada Samsul, di Ruang Cakra Utama, Kamis (16/1).

Dalam kesaksian, Samsul bersikukuh mendapat perintah dari Wali Kota Medan untuk menutupi kekurangan dana perjalanan ke Jepang. “ya, saya diperintahkan Pak Wali,” ucap Samsul.

Dimana menurut kesaksiannya, ia menyampaikan ada kekurangan pembayaran biaya ke Jepang kepada Erni Tour Rp180 juta dari total biaya perjalanan Rp1.480.000.000,- itu sudah terbayarkan Rp1.3 Milliar.

“Sedangkan biaya ke Jepang hanya ditanggung Rp500 juta oleh APBD Pemko Medan,” Kata Samsul.

Mendengar itu, Ketua Majelis Hakim maupun penuntut umum menanyakan kalau bersisa sebesar Rp180 juta kenapa membengkak sampai Rp900 juta.

“Lalu uang yang digunakan itu, apakah berasal dari Dinas Perhubungan dan Dispenda sajakah,” tanya hakim.

Mendengar itu, Samsul pun mengatakan bahwa uang itu berasal dari sejumlah OPD. Khusus ke Jepang, ia menyarankan tidak memungkinkan kalau dana hanya bersumber dari Perhubungan dan Pendapatan saja, maka ia menyarankan ke Wali Kota untuk ke Dinas PUPR dan Perkim.

Waktu itu, Eldin pun menyetujui usulan Samsul. Terlebih sebelumnya memang ada komitmen dari Isa kepada Samsul untuk membantu biaya operasional kegiatan Wali Kota Medan.

“Uang yang berasal dari Kadis PUPR sebanyak Rp530 juta termasuk Rp250 juta untuk menutupi biaya perjalanan ke Jepang,” ungkap Samsul.

Karena dalam penuturan, selain uang Rp200 juta yang ditransfer Kadis PUPR ada juga uang tunai Rp50 juta. Sehingga kesaksian Samsul ini membantahkan pernyataan Wali Kota Medan, yang menyatakan meminta untuk mencicil kekurangannya.

Sedangkan kekurangan pembayaran mencapai Rp900 juta termasuk Rp180 juta yang ke Jepang. Samsul menerangkan ada kegiatan operasional lainnya yang belum terbayar.

Ucapan Samsul ini pun akhirnya ditanggapi miris oleh Ketua Majelis Hakim. “Mana mungkin Wali Kota Medan tidak ada operasionalnya,” Cetus Hakim.

Melihat itu Samsul pun hanya terdiam dan tak berkomentar atas pertanyaan hakim.

Diketahui, rombongan yang ikut ke Jepang terdiri dari Dzulmi Eldin, Rita Maharani, Samsul Fitri, Andika Suhartono, Fitra Azmayanti Nasution, Musaddad, Iswar S, Suherman, T. Edriansyah Rendy, Rania Kamila, Hafni Hanum, Tandeanus, Vincent, dan Amanda Syaputra Batubara, yang akan di fasilitasi oleh ERNI Tour &Travel.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kasus Suap PAW DPR RI, Ketua KPU Arief Budiman Dipanggil KPK

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap terkait penetapan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.