Penghuni Rumah Ini Heran Sering Didatangi OTK Mengaku Pemilik Tanah

Foto: Pemilik Rumah Sengketa. (Isitmewa)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Rumah yang terletak di Jalan Sun Yat Sen, No. 74, Kecamatan Medan Kota ini menjadi sengketa para ahli waris. Pasalnya, pemilik rumah sering didatangi oleh orang yang tidak dikenal dan mengaku kalau tanah yang ditempatinya sudah digugat dan menjadi milik orang lain.

Muhammad Irfan, alih waris bangunan rumah tersebut menjelaskan, rumah yang terletak di Jalan Sun Yat Sen ini sudah dibangun dan ditempati sejak tahun 1949 oleh orang tuanya terdahulu. Lucunya, pada tahun 1996 silam, neneknya pernah didatangi orang yang tidak dikenal dan mengaku kalau tanah yang ditempati sudah digugat/dijual.

“Jadi rumah ini sudah ditempati nenek saya dari tahun 1949, tapi kami punya hak bangunannya aja, kalau tanahnya punya orang lain. Dan pada tahun 1996 nenek saya pernah didatangi orang yang tak dikenal sambil nunjukin sertifikat tanah atas nama Agus Saleh. Tapi hanya seperti itu aja, tidak ada kelanjutannya,” tuturnya, Senin (27/1).

Tidak hanya ditahun 1996 aja, lanjut Irfan, di tahun 2012 hal serupa terjadi lagi, namun kasusnya berbeda dari tahun 1996. “Di tahun 2012 ada juga orang datang dan menggugat sambil menyatakan bangunan kami mengenai tanah dia sambil menunjukkan grand sultan. Tapi yah seperti tahun 1996, hanya sebatas pengakuan saja, tidak aja kelanjutannya,” ucapnya.

Mirisnya, ditahun 2020 ini kejadi yang sama kembali terulang lagi. Orang yang tidak dikenal datang dan menyatakan kalau tanah ini punya Jafar Sidik. “Kali ini orang yang tidak dikenal datang lagi sambil bawa Sertifikat Grand Sultan, dan mereka menawarkan Rp200 juta untuk rumah kami,” jelas Irfan.

iklan

Irfan juga mempertanyakan kejadian ini kepada pemilik tanah, dan pemilik tanah menegaskan kalau tanah yang ditempatin Ifran belum pernah digugat atau dijual sampai saat ini.

“Yang jadi permasalahan kenapa bisa orang lain yang menggugat sedangkan yang punya hak tidak ada menggugat. Sedangkan kami sama yang punya tanah belum ada masalah dari tahun 1949 sampai saat ini,” ungkapnya.

“Yang jelas yang mana ini yang punya tanah, soalnya banyak yang nunjukin surat kepada saya. Soalnya sudah tiga keturunan ini bang, dari nenek saya, bapak saya sekarang saya,” tambah Irfan.

Terpisah, Lurah Kota Matsum III, Kecamatan Medan Kota, Mirna Loy Siregar menegaskan, dalam sengketa tanah Jalan Sun Yat Sen No. 74 itu, sudah sering terjadi akan tetapi si penggugat (orang tidak dikenal) tidak memiliki sertifikat tanah yang resmi.

“Saya udah cek dan tanya kepada lurah sebelumnya, dan sampai saat ini belum ada sertifikat tanahnya, karena kalau mereka ada ngurua sertifikat pasti melaporkannya ke kantor Lurah, dan yang gugat itu tidak pernah nunjukin identitasnya,” pungkas Lurah. (wol/ryan/data3)

Editor: Agus Utama

Iklan