_
Home / Sumut / Pemprovsu Makin Fokus Tingkatkan IKLH
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Pemprovsu Makin Fokus Tingkatkan IKLH

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) semakin fokus meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Berbagai hal dilakukan dari misi pengurangan timbunan sampah hingga penyelesaian kasus pencemaran lingkungan.

Agar sampah dapat dikelola dengan baik dan benar di tahun 2019, Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah telah membangun satu unit Pusat Daur Ulang (PDU) di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang. PDU ini mengubah sampah menjadi kompos, biogas, dan bahan bakar untuk produksi.

Selain itu, Pemprovsu juga membangun satu Tempat Pengelolaan Sampah 3R (reduce, reuse, recyle) di Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar. TPS ini memiliki kemampuan mengubah sampah organik menjadi kompos dan gas dengan teknologi mesin pencacah yang ramah lingkungan.

“Kita berupaya keras mengelola sampah dengan baik, menjadi barang bernilai. Otomatis ini akan mengurangi timbunan sampah di Sumut. Tetapi, itu tidak akan berjalan baik bila tidak memikirkan pengangkutannya, jadi kami serahkan 35 unit alat pengangkut sampah roda tiga dan 344 tong sampah ke kabupaten/kota,” kata Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Sumut, Binsar Situmorang di Medan, Selasa (31/12).

Bukan hanya pembangunan fisik, Pemprovsu juga aktif menyelesaikan kasus-kasus pencemaran lingkungan. Di tahun 2019, DLH berhasil menyelesaikan 46 kasus pencemaran lingkungan dari laporan masyarakat, di antaranya dua perusahaan besar di Danau Toba dan satu perusahaan di Berastagi. Sanksi pun diberikan dari teguran tertulis sampai pencabutan izin usaha.

Di tahun 2019, DLH meningkatkan pelayanan laporan pencemaran lingkungan dengan membangun aplikasi lapor online kualitas lingkungan (http://dislh.sumutprov.go.id/iklh) dan laporan terkait limbah B3 (http://dislh.sumutprov.go.id/plb3/).

“Ya, kita punya aplikasi lapor terkait pencemaran lingkungan secara online, ini untuk mempermudah masyarakat melapor. Kita sudah selesaikan 46 kasus dan mudah-mudahan dengan bantuan teknologi akan lebih banyak kasus yang kita selesaikan,” kata Binsar.

Pemprovsu terus memantau pencemaran lingkungan yang ada di Sumut, agar masyarakat bisa menikmati lingkungan hidup yang baik. Di Danau Toba, DLH memasang alat monitoring kualitas air di Desa Mogang, Kabupaten Samosir. Alat ini bisa mengirim data sampel air Danau Toba melalui internet ke berbagai lembaga yang membutuhkan hasil akurat terkait kualitas air.

Di Medan, tepatnya di Lapangan Merdeka, Pemprovsu memasang alat ukur kualitas udara ambien. Saat terjadi kebakaran atau pencemaran udara, alat ini mampu mendeteksi ambang batas kesehatan sehingga menjadi informasi penting bagi masyarakat.

“Air, udara, dan tanah semua harus kita monitor untuk memastikan lingkungan kita tidak tercemar, bila ada yang tidak baik kita bisa cepat mengambil kebijakan sehingga kerusakan lingkungan tidak membesar,” kata Binsar.

Di tahun 2019, IKLH Sumut meningkat menjadi 68.00 dari 67.17 di tahun 2018, kualitas air 78 dari 77.50, udara 86 dari 85.59 dan Kualitas Tutupan Lahan 47 dari 45.60. Alhsail, Sumut pun mendapat berbagai penghargaan terkait kepedulian terhadap lingkungan.

Di antaranya, Kalpataru, Penyusunan Laporan Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca, Adiwiyata Nasional (46 sekolah), dan Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional (4 sekolah). (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Gubsu Apresiasi Kekuatan Basis Nasdem Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, mengapresiasi dan memuji kekuatan basis Partai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.