Pasien BPJS Kesehatan yang Ingin Turun ke Kelas 3 Cuma Butuh Sehari

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
agregasi

KENAIKAN iuran BPJS Kesehatan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 membuat banyak peserta memilih untuk turun kelas. Kenaikan pada awal tahun ini memang membuat banyak peserta BPJS Kesehatan pilih mengambil kelas yang lebih kecil.

Dari data yang tercatat, hingga saat ini sudah ada 800 ribu peserta yang memilih yakni kelas tiga.

Menanggapi keputusan peserta untuk turun kelas, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris mengatakan ia sebenarnya berharap peserta tidak turun kelas, bahkan jika mungkin malah naik kelas.

Fachmi Idris mengatakan ia sebenarnya berharap peserta tidak turun kelas

“Kalaupun turun kelas, BPJS Kesehatan punya program praktis, yang tidak sulit. Dulu aturan main kalau mau turun kelas tunggu satu tahun, sekarang hari ini datang, hari ini juga bisa turun kelas, aturan tersebut berlaku sampai mendatang. Hal ini kami lakukan dalam rangka memudahkan,” ujar Fachmi saat ditemui Okezone di kawasan Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

Ia menambahkan, pihaknya sangat memahami apabila kenaikan iuran dirasa menambah beban biaya peserta. Oleh karenanya tak heran apabila banyak yang memutuskan untuk turun kelas.
Meski demikian, Fachmi menegaskan bahwa kenaikan iuran BPJS Kesehatan diimbangi dengan peningkatan kualitas di layanan kesehatan. Menurutnya, manajemen BPJS Kesehatan telah memutuskan tahun 2020 adalah tahun pelayanan dan kepuasan peserta.

“Masyarakat selalu tanya dengan adanya kenaikan iuran, apa yang akan didapat. Komitmen kami adalah meningkatkan kualitas pelayanan. Contohnya sekarang pasien yang mau cuci darah tidak perlu lagi memperpanjang surat rujukan, cukup fingerprint saja,” ujar Fachmi.

manajemen BPJS Kesehatan telah memutuskan tahun 2020 adalah tahun pelayanan dan kepuasan peserta.

Di sisi lain, pilihan peserta BPJS Kesehatan untuk turun kelas dapat berdampak pada kapasitas rumah sakit. Contoh, mayoritas peserta turun ke kelas tiga.
Seperti yang diketahui, pasien rawat inap di kelas tiga cukup banyak. Bahkan tak jarang pasien kesulitan mendapatkan kamar. Lantas bagaimana BPJS Kesehatan menyikapi hal ini?

“Kalau soal itu Bapak Menkes pernah sampaikan ingin menambah (kapasitas), nanti ada regulasi. Prinsipnya menghitung analisis kebutuhan tempat. Nanti kalau memang ada kekurangan pendekatan ada dua, menambah kapasitas bed atau menambah fasilitas kesehatan,” pungkas Fachmi.