Panglima TNI Perintahkan Jajarannya Tidak Berpolitik Praktis di Pilkada 2020

TNI-Polri kerja sama mengamankan Pilkada Serentak 2020. Foto: Humas Polri
agregasi

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan kepada seluruh jajarannya di Indonesia untuk netral dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020.

Hadi menekankan kepada seluruh anggota TNI untuk tidak terlibat dalam proses politik praktis di ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Kepada jajaran unsur-unsur TNI di seluruh wilayah untuk tetap memegang netralitas TNI, tidak berpolitik praktis,” kata Hadi saat membuka Rapim TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2020).

Tak hanya perintah netralitas, Hadi juga meminta kepada jajarannya untuk profesional, soliditas, dan menjaga sinergitas dengan prajurit Polri dalam mengamankan agenda tersebut.

Sebelumnya dikabarkan beberapa daerah akan menggelar pilkada, di antaranya Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo, Pilwalkot Medan, Pilwalkot Surabaya, Pilwalkot Tangerang Selatan, dan lain-lain.

Keempat pilwalkot di atas menyedot perhatian elite politik di pusat, sebab bakal calonnya menyangkut nama-nama beken.

Contohnya di Pilwalkot Medan terdapat menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution sebagai bakal calon wali kota. Lalu di Solo ada putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wali kota.

Kemudian di Tangerang Selatan ada putri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah sebagai bakal calon wali kota. Nama-nama beken di atas membuat semua pilkada di atas masuk radar utama media-media nasional.