Maling Uang Rp1,6 M di Pemprovsu, Saksi: Tidak Tahu Dibuntuti Pencuri

Saksi Terkait Kasus Pencurian Uang 1,6 M (WOL Photo/Ryan)

MEDAN, Waspada.co.id – Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 11 saksi, dalam sidang kesaksian kasus pencurian uang Rp1,6 milliar yang hilang dari dalam bagasi mobil Avanza yang parkir di Halaman Kantor Gubernur Sumatra Utara.

Dalam kesaksiannya, salah satu saksi dari ASN Pemprovsu, Aldi Budianto, mengungkap kalau tidak mengetahui mobil yang dibawanya sudah diikutin oleh keenam sindikat pencuri antar provinsi.

“Kami tidak mengetahui kalau mobil yang kami bawa telah diikutin oleh mereka (terdakwa) pak,” katanya di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik, di Ruang Cakra VI, Senin (27/1).

Majelis hakim juga sempat menyebut kalau saksi Aldi telah lalai dalam bekerja. Menurut hakim, seharusnya saksi Aldi mengantar uangnya terlebih dahulu baru pergi beribadah.

“Kau ini jelas melalaikan tugas seharusnya uang tersebut diantar ke kantor baru kemudian melaksanakan ibadah. Sekarang setelah uang hilang diambil oleh para pencurian yang sekarang ini disidangkan bagaimana kau membayarnya,” ucap Erintuah.

Mendengar perkataan hakim, salah satu saksi yang lain, Fuad Perkasa menyampaikan bahwa sebagian memakai uang para saksi dan sebagian sudah direlakan karena adanya kejadian tersebut.

“Bahwa uang tersebut merupakan honorarium dari hasil kegiatan ASN di jajaran Pemprovsu,” katanya.

Sementara dalam persidangan itu, JPU dari Kejari Medan, Rambo Sinurat juga menayangkan rekaman CCTV dalam persidangan. Namun CCTV tersebut bukanlah milik Pemprovsu karena pada saat kejadian dalam keadaan rusak, tapi CCTV milik kepolisian yang tepat berada di persimpangan yang mengarah ke Pemprovsu.

Ini pun menjadi perhatian majelis hakim, kenapa Pemprovsu tidak melakukan perawatan asetnya. “Seharusnya kalau sudah rusak ya diperbaikilah,” saran Erintuah lagi.

Diketahui, ke empat terdakwa yakni, Niksar, Indra, Niko, dan Musa. Sedangkan Pandiangan dan Tukul masih buron.

Rembo juga menuturkan, Dalam kasus ini para pelaku menjalankan aksinya melakukan pengintaian terhadap orang yang mengambil uang di Bank dengan cara menbuntutinya.

“Ketika korbannya lengah para pelaku langsung beraksi dan membawa uang yang disimpan di dalam mobil,” tuturnya.

Untuk diketahui, bahwa para pelaku berhasil mencuri uang milik BPKAD Pemprov Sumatera Utara sebesar Rp1.672.985.500 hilang dari dalam mobil Toyota Avanza BK 1875 ZC yang diparkir di pelataran Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan pada Senin (9/9) sekitar pukul 17.00 WIB.

Uang itu merupakan honor kegiatan pegawai yang sebelumnya ditarik dari Bank Sumut Cabang Utama di Jalan Imam Bonjol, Medan oleh dua pegawai BPKAD.

Namun sesampai di kantor gubernur, uang itu tidak dibawa ke dalam gedung, justru ditinggal di dalam mobil. Kemudian kedua pegawai tersebut pergi shalat ashar dan sekaligus melakukan absen pulang.

Ketika mereka kembali ke mobil, slot kunci mobil sudah dirusak dan uang tersebut hilang karena dibawa oleh para pelaku yang merupakan spesialis sindikat pencurian uang antar provinsi. (wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN