KPK Pertanyakan Keaslian Sprinlidik Kasus Wahyu Setiawan Dimiliki Masinton

Jubir KPK Ali Fikri (Foto : Okezone.com/M Rizky)
agregasi

JAKARTA, Waspada.co.idKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku heran anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Masinton Pasaribu bisa mendapatkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlidik) kasus suap proses Pergantian Antarwaktu (PAW) Harun Masiku. KPK menegaskan tak memberikan Sprindlidik itu ke siapapun.

Masinton Pasaribu dalam program diskusi ILC yang ditayangkan sebuah televisi swasta nasional, memperlihatkan Sprindliik kasus yang menyeret komisioner KPU RI Wahyu Setiawan dan caleg PDIP Harun Masiku sebagai tersangka.

Aksi Masinton kemudian ramai dibicarakan dan ditanggapi langsung oleh KPK. Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menjelaskan, tim yang diterjunkan KPK ke lapangan mengantongi surat perintah. Tetapi, kata dia, surat perintah tersebut hanya ditunjukkan kepada pihak terkait.

“Bapak Masinton kemarin itu menunjukkan surat perintah penyelidikan, perlu kami tegaskan ketika KPK menjalankan tugas dibekali dengan surat tugas surat penyelidikan. Namun, tidak pernah diberikan kepada pihak manapun yang tidak berkepentingan langsung dalam proses-proses penyelidikan tersebut,” kata Ali di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020).

Karena itu, Ali mempertanyakan keaslian dari surat yang ditunjukkan Masinton.

“Apakah itu asli atau tidak yang ditujukan oleh Pak Masinton tersebut. Jadi, secara substansinya seperti apa kita tidak tahu, namun secara pasti bahwa kami tidak pernah mengedarkan, kami tidak pernah memberikan surat penyelidikan surat tugas selain kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan langsung terkait penyelidikan tersebut,” papar Ali.

Ali pun membantah adanya pihak di internal KPK yang membocorkan Sprinlidik tersebut hingga sampai ke tangan Masinton. Menurutnya, yang perlu dipastikan terlebih dahulu mengenai keaslian surat yang ditunjukkan Masinton.

“Jadi, ini bukan mengenai apa bocor atau tidak bocor karena kami sendiri mempertanyakan apakah itu asli atau tidak secara substansinya. Apakah itu benar yang dipegang Pak Masinton adalah produk dari KPK, kami tidak tahu sehingga kami tidak akan arah ke sana karena kami meyakini tidak pernah memberikan surat penyelidikan kepada siapapun selain yang berkepentingan langsung,” ucap Ali.

Di sisi lain, Ali menekankan, isu kebocoran Sprinlidik tidak mengganggu kinerja KPK. Lembaga Antikorupsi, kata Ali akan terus bekerja menangani perkara korupsi, termasuk kasus dugaan suap proses PAW caleg PDIP.

“Ini bukan dalam konteks mengganggu tidak mengganggu karena ini proses penyelidikan pun sudah selesai. Kami kan sekarang fokus pada penyidikan yang sudah menetapkan empat orang tersangka. Teman-teman penyidik sedang bekerja. Kami yakini teman-teman penyidik bekerja sesuai aturan hukum, undang-undang. Kami jalankan sesuai mekanisme yang ada,” tutup Ali.