“Komisi VII Pertanyakan Lifting Minyak”

Foto: Wakil Ketua Komisi VII, Gus Irawan Pasaribu (Istimewa)

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi VII DPR RI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyepakati target produksi siap jual atau lifting minyak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2020 sebesar 755 ribu barel per hari pada akhir Agustus 2019 lalu.

Adapun target lifting minyak 2020 tersebut lebih tinggi dibanding target dalam nota RAPBN 2020 sebesar 734 ribu barel, atau lebih rendah dari APBN 2019 sebanyak 775 ribu barel per hari.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu mempertanyakan mempertanyakan kejelasan target lifting minyak nasional, apakah berbasis offline budget base atau APBN base.

“Kalau memang base-nya adalah APBN , target kita lifting APBN maka dihitung semua berbasis target itu. Semua pekerja mengarah ke situ kalau tidak pasti yang dikerjakan offline budget,” paparnya usai rapat dengar pendapat dengan 10 Besar KKKS membahas produk lifting migas, di DPR RI, Jakarta, Selasa (21/1).

Dia mengungkapkan pihaknya sudah merancang anggaran, sehingga diharapkan tidak meleset dari target.

“Namun APBN yang mengikat ini Komisi VII kemudian bangga memutuskan target lifting ini, APBN mengikat secara nasional. Ini menjadi perhatian untuk dilaksanakan. Supaya kita tidak punya visi yang berbeda. Target lifting itu apakah offline budget base atau APBN base ini harusnya clear,” jelasnya.

Sementara, target lifting gas bumi tidak berubah. Sama seperti target dalam RAPBN 2020 sebesar 1,19 juta barel setara minyak per hari. Jumlah tersebut naik dari target RAPBN 2020. Namun, lebih rendah dari target APBN 2019, katanya. (wol/min/data3)