_
Home / Warta / Politik / Komisi III DPR Minta Usut Keterangan Imigrasi soal Keberadaan Harun Masiku
Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Ronny F Sompie (foto: Okezone)

Komisi III DPR Minta Usut Keterangan Imigrasi soal Keberadaan Harun Masiku

agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari merasa janggal terkait keterangan Imigrasi yang berubah-ubah terkait kepulangan tersangka suap juga bekas caleg PDIP Harun Masiku ke Indonesia.

Taufik meminta agar keterangan Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Ronny Sompie terkait waktu kembalinya Harun Masiku ke Indonesia diusut secara tuntas karena berbeda dengan pernyataan Imigrasi sebelumnya.

“Khusus dengan keterangan Dirjen imigrasi, menurut saya itu juga harus ditelusuri, harus diusut apakah memang ada kesengajaan ataukah ada kesalahan sistem ataukah persoalan administrasi,” ujar Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Taufik menyayangkan, adanya perbedaan informasi mengenai keberadaan Harun Masiku yang ternyata sudah kembali ke Indonesia sejak 7 Januari. Menurut politikus Partai Nasdem itu harusnya jangan ada simpang siur informasi.

“Tapi bagaimanapun tetap tidak bisa dibiarkan harus diusut tuntas mengenai persoalan keterangannya Imigrasi yang mengalami perubahan,” beber dia.

Dia juga mengingatkan kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang membawahi Dirjen Imigrasi, agar tidak terjebak pada konflik kepentingan dalam kasus tersangka KPK Harun Masiku. Mengingat Yasonna merupakan politikus PDIP, partai yang sama dengan Harun Masiku.

“Ketika ada konflik kepentingan dalam suatu perkara atau permasalahan, maka kita harus menempatkan diri,” kata dia.

Sebelumnya berdasarkan keterangan Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie tersangka suap KPK, Harun kembali ke Indonesia pada Selasa, 7 Januari 2020, melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

“Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa HM telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020,” kata Ronny pada Rabu 22 Januari 2020.

Check Also

Divonis 5,6 Tahun Penjara, Eks Kades Pertumbukan “Jujur” Tidak Sanggup Ganti UP Rp787 Juta

MEDAN, Waspada.co.id – Terbukti melakukan korupsi dana desa, Mantan Kepala Desa Pertumbukan, Kecamatan Wampu, Kabupaten ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.