_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Ketua KPU Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Wahyu Setiawan
Ketua KPU RI, Arief Budiman. (Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky)

Ketua KPU Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Wahyu Setiawan

agregasi

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman. Arief dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penetapan anggota DPR pergantian antarwaktu (PAW) yang menjerat Wahyu Setiawan.

Tak hanya Arief, KPK juga memanggil Komisioner KPU, Viryan Azis; Bagian Legal VIP Money Changer, Carolina; Kabag Umum KPU, Yayu Yuliana; Kabiro Teknis KPU, Nur Syarifah; serta Kasubag Pemungutan, Perhitungan Suara, dan Penetapan Hasil Pemilu KPU, Andi Bagus Makawaru.

Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menyeret mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Keenam saksi tersebut akan dimintai keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Saeful Bahri (SAE).

“Mereka dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi guna penyidikan tersangka SAE,” ujar Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (28/1/2020).

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses PAW di DPR RI. Empat tersangka tersebut adalah mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF), Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR), dan pihak swasta, Saeful (SAE).

Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Namun, saat ini KPK baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sementara Harun Masiku saat ini masih diburu KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buron.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun, Wahyu baru akan menerima Rp600 juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 juta dari total Rp400 juta. Sisanya senilai Rp200 juta diduga digunakan pihak lain.

Check Also

KPK Bentuk Satgas Khusus untuk Memburu Harun Masiku

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk memburu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.