Ketua DPD RI Apresiasi Kemajuan Banda Aceh Jadi Contoh Untuk Dunia

foto: istimewa

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menggelar jamuan makan malam bagi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti dan rombongan yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Banda Aceh. Acara digelar di pendopo wali kota, Jumat (3/1/2020).

Mantan Ketua PSSI tersebut datang bersama tiga dari empat ‘Senator’ Aceh yakni Abdullah Puteh, Fachrul Razi, dan M Fadhil Rahmi. Hadir pula tiga anggota DPD lainnya; Bustami Zainuddin, Ahmad Bastian, dan Awang F Hidayat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Aminullah berharap kedatangan Ketua DPD dan rombongan akan membuat Banda Aceh semakin dikenal di nusantara dan dunia. “Kami berharap bapak-bapak dapat memberikan pemikiran dan menyuarakan kepentingan pembangunan Banda Aceh sesuai dengan kewenangan dan fungsi-fungsi yang melekat pada DPD.”

Usai memperkenalkan profil kota secara ringkas berikut sektor-sektor unggulannya, Aminullah mengatakan pihaknya saat ini sedang berupaya keras untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran. “Salah satunya dengan menggenjot sektor pariwisata yang outputnya kami proyeksikan akan mendongkrak perekonomian kota dan masyarakatnya.”

“Banda Aceh memiliki begitu banyak objek atau destinasi wisata berkaliber internasional, mulai dari cagar budaya, seni budaya, kuliner hingga kopinya. Dan kami berharap Pak La Nyalla dan kawan-kawan dapat pula menjadi ‘duta wisata’ Banda Aceh untuk ikut mempromosikan pariwisata kota kami,” harapnya.

Selain itu, Aminullah juga mengungkapkan iklim investasi Banda Aceh yang sangat kondusif. “Saat ini para investor mulai berdatangan. Beberapa hotel berbintang dan mal tengah dibangun, termasuk Trans Studio Mal terbesar di Sumatera. Komitmen kami memberi kemudahan-kemudahan untuk berinvestasi di Banda Aceh, ” kata Aminulah seraya berharap dukungan DPD RI.

Ia menambahkan, sederet prestasi tingkat lokal, nasional, hingga internasional terus didulang Banda Aceh. “Pada 2017 kami berhasil mencapai sembilan prestasi di berbagai bidang, 2018 ada 12, dan tahun 2019 total 44 penghargaan dan prestasi yang kami raih baik tingkat dunia, nasional, dan provinsi,” ungkapnya.

Kemudian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banda Aceh juga terus meningkat dari tahun ke tahun. “Berdasarkan data BPS 2018, IPM Banda Aceh 84,37. Ini terbaik nasional di bawah Yogyakarta (86,11) dan Jaksel (84,44) dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia,” ungkapnya lagi.

Dan yang tak kalah sensasional, pihaknya sukses membawa Persiraja kembali ke Liga 1; kasta tertinggi sepakbola Indonesia. “Setelah 12 tahun lamanya, klub kebanggaan masyarakat Aceh ini lolos dari ‘lubang jarum’ saat mengalahkan Sriwijaya FC untuk merebut tiket terakhir ke Liga 1,” kata Ketua Dewan Pembina Persiraja ini.

Namun kini, kata Aminullah, Persiraja memiliki tantangan baru untuk mengarungi Liga 1 yang rencananya akan bergulir Maret 2020, yakni soal finansial. “Mengingat Pak La Nyalla sebagai salah satu tokoh penting dalam persepakbolaan Indonesia, saya berharap Bapak dapat membantu untuk menggaet sponsor bagi Persiraja,” pintanya.

Tak ketinggalan, ia juga mengharapkan dukungan DPD dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Zikir. Terutama untuk melobi pembangunan Nurul Arafah Islamic Center (NAIC) -sebuah lokasi zikir bertaraf internasional- kepada pemerintah pusat.

Lahan untuk pembangunan NAIC sudah tersedia, hanya saja masih terkendala dana. “Saya juga sudah sampaikan proposalnya kepada Presiden Jokowi dan Pak JK selaku Wapres kala itu. Jika terealisasi, NAIC ini akan menjadi ‘bungong jaroe’ paling berharga bagi masyarakat Aceh,” katanya.

Sementara itu, La Nyalla mengatakan kedatangan pihaknya ke Banda Aceh dalam rangka kunjungan kerja untuk menyerap aspirasi, “sekaligus ingin mengetahui kemajuan pembangunan Banda Aceh sesuai visi yang diusung Pak Wali yaitu ‘Terwujudnya Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah’.”

Dan pihaknya, kata La Nyalla, harus memberi apresiasi lebih kepada Banda Aceh dibanding kabupaten/kota lainnya di Aceh. “Setelah terdampak paling parah tsunami 2004, sekarang kota ini kembali menggeliat, lebih berwarna-warni, aktivitas warga dan ekonominya kembali bergerak normal,” ungkapnya.

Menurutnya, kini Banda Aceh berhasil bangkit kembali martabat dan wibawanya, “bahkan menjadi role model dunia sebagai kota tangguh, yang 15 tahun lalu pernah luluh-lantak akibat bencana,” katanya sembari memberi apresiasi kepada Aminullah dan wali kota-wali kota sebelumnya terutama almarhum Mawardy Nurdin dan Illiza Sa’aduddin Djamal.

Ia pun akan mendukung penuh setiap program-program unggulan Pemko Banda Aceh ke depan. “Sesuai filosofi sepakbola yakni mencetak gol dan menang, saya minta Pak Wali untuk ‘mendatangkan’ empat striker mumpuni dalam mewujudkan Banda Aceh Gemilang. Keempat striker itu adalah empat orang senator asal Aceh,” katanya.

Karena menurutnya, setiap anggota DPD berkomitmen dan wajib membangun daerahnya masing-masing. “Dengan begitu Indonesia akan mampu maju bersama. Dalam waktu dekat kami juga akan membangun rumah aspirasi DPD Aceh di Banda Aceh, mohon dukungannya Pak Wali. Terakhir saya ucapkan selamat kepada Persiraja, untuk sponsor akan saya bantu cari,” pungkasnya disambut applause hadirin. (bandaacehkota/ags)