_
Home / Medan / Kematian Gajah Sumatera di Medan Zoo Adalah Cambuk Untuk PD Pembangunan
Komisi III DPRD Medan, Siti Suciati. (WOL Photo)

Kematian Gajah Sumatera di Medan Zoo Adalah Cambuk Untuk PD Pembangunan

MEDAN, Waspada.co.id – Kematian Neneng, Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) di Medan Zoo menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk anggota Komisi III DPRD Medan, Siti Suciati. Ia pun meminta kepada petugas dan tim dokter hewan Medan Zoo agar meningkatkan pelayanan dan perawatan terhadap hewan-hewan di lingkungan kebun binatang. Sehingga seluruh binatang terus sehat dan menjadi daya pikat wisatawan di luar Kota Medan.

“Saya kira, investigasi medis jenazah untuk memeriksa sebab kematian Neneng atau nekropsi cukup baik dilakukan. Agar kita sama-sama tahu karena apa Neneng mati. Tim dokter kan juga sudah memberikan vitamin dan antibiotik untuk Neneng ketika sakit. Tapi, Neneng yang enggan makan hanya mempersulit penyembuhannya,” ujarnya, Senin (27/1).

Politisi Partai Gerindra ini mengaku sedih mengetahui kematian Gajah Sumatera Neneng. “Secara usia dia gajah yang sudah tua. Tak tanggung, 57 botol infus sudah masuk ke dalam tubuh Neneng. Tapi apa daya, manusia cuma berusaha, akhirnya Neneng mati,” ujarnya lirih.

Sementara itu Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan Kota Medan, Putrama Alkhairy, mengatakan gajah betina bernama Neneng ini usianya sudah 55 tahun. Neneng adalah daya tarik pengunjung saat berada di Medan Zoo.
“Tapi, sekitar 4 hari sebelum mati, Neneng sempat memilih-milih makanan dan akhirnya menutup mulutnya tak mau makan sama sekali. Hanya 57 botol infus yang masuk ke tubuh Neneng,” jelasnya.

Dokter hewan di Medan Zoo, Sucitrawan, menyatakan faktor usia penyebab Neneng mati, Sabtu (25/1) pagi kemarin. Kini, tim dokter masih melakukan nekropsi guna mengetahui penyebab pasti kematian Neneng.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.