Ikut Pilkada Solo, Gibran: Bisa Menang Bisa Kalah

Gibran daftar jadi kader PDIP dan siap maju di Pilkada Solo 2020 (Foto: Okezone.com/Bramantyo)

SOLO, Waspada.co.id – Bakal Calon Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka membantah adanya dinasti politik pencalonan dirinya melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pilkada 2020.

“Saya dalam pencalonan ikut kontestasi calon Wali Kota Surakarta 2020, bisa menang dan bisa kalah serta bisa dicoblos bisa tidak,” kata Gibran di sela menghadiri acara “Perkenalan, Silaturahim, dan Umbul Donga Mas Gibran” di Kampung Ngaglik Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (5/1).

Dia mengatakan, keikutsertaannya dalam Pilkada 2020 melalui tahapan-tahapan yang harus dilalui seperti yang bakal calon lainnya. Semuanya, kata Gibran melalui proses demokrasi. Demikian dilansir dari Antara.

Gibran menegaskan, pencalonannya menjadi wali kota tidak ditunjuk oleh bapaknya, yaitu Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang juga mantan Wali Kota Solo. Dia menuturkan, semuanya melalui proses transparan, terbuka, dan demokrasi yang ada.

Jadi, kata dia, tidak ada yang namanya dinasti politik. Jika ada dinasti politik, dia mengaku tidak mungkin harus bekerja keras bertemu dengan masyarakat seperti ini.

Oleh karena itu, Gibran meminta doa restu kepada warga agar prosesnya dilancarkan hingga waktu pemilihan. Dia menambahkan, jika waktunya sudah tepat, bakal menyampaikan visi misinya maju sebagai calon Wali Kota Surakarta.

Bukan Kampanye
Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka usai menggelar pertemuan dengan para sesepuh PDIP Solo, Kamis (19/12).(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Acara Perkenalan, Silaturahim, dan Umbul Donga Mas Gibran di Kampung Ngaglik Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres, Solo, dihadiri seribuan orang relawan warga setempat. Pada acara itu, juga dimeriahkan dengan kesenian Reog Ponorogo.

Menurut Gibran acara bertemu warga Mojosongo Solo merupakan kegiatan silaturahim dan umbul donga, dan bukan kampanye. Karena pilkada masih lama waktunya pada Juni-Juli 2020.

“Saya hadir di tengah masyarakat Mojosongo hanya untuk sowan atau bertemu silaturahim, sekaligus menerima masukan atau keluhan, kritikan dari warga setempat yang datang sangat antusias ini. Kalau ada keluhan yang bisa saya selesaikan sekarang bisa langsung, tetapi jika tidak bisa akan dicatat menjadi pekerjaan rumah tangga saya,” tutur Gibran.

Menurut Gibran jika ada warga yang bertanya-tanya soal Gibran apakah jadi mencalonkan diri Wali Kota Surakarta atau tidak, jawabannya jadi dan serius.

Gibran menjelaskan, sudah mendaftarkan diri melalui DPD PDIP Jateng pada 12 Desember 2019, dan sudah melalui uji kepatuhan dan kelayakan (fit and proper test) pada dua minggu yang lalu. Semua tahapan dan proses sudah dilalui, dan kini sedang menunggu hasil rekomendasi dari DPP PDIP.

“Jadi selama dua bulan terakhir ini, saya blusukan bertemu dengan warga, dan sowan dengan para tokoh-tokoh atau sesepuh serta para kiai untuk menerima masukan-masukan atau keluhan di kampung-kampung setempat,” ucapnya.

Menurut Gibran, dari kegiatan blusukan tersebut sudah menghasilkan yang positif. Hasil survel internal PDIP elektabilitasnya sudah cukup ada peningkatan. Hal ini, justru dirinya bakal lebih giat lagi bekerja keras untuk warga. (liputan6/ags/data3)