Elpiji Ditambah, Pertamina Tegaskan Harga Sesuai HET

Foto: Gas Elpiji 3Kg (WOL Photo)

MEDAN, Waspada.co.id – Pantauan Pertamina dan berdasarkan laporan warga, harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer bergerak naik.

Khusunya di wilayah Kota Medan dan Deliserang, Sumatera Utara. Padahal secara distribusi dan stok, tersedia mencukupi di masyarakat.

Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I, Roby Hervindo, menuturkan
Pertamina menegaskan bahwa harga elpiji 3 kg tr FDG di wilayah Sumatera Utara tidak berubah. Tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Untuk Medan dan Deliserdang yaitu 16 ribu rupiah per tabung, di pangkalan elpiji Pertamina,” tuturnya, Jumat (24/1).

Pihaknya menengarai kenaikan disebabkan kepanikan sebagian warga akibat pemberitaan akan dicabutnya subsidi elpiji 3 kg. Sehingga mereka membeli elpiji melebihi kebutuhan normal.

Advertisement

“Situasi ini dimanfaatkan pedagang eceran dengan mengerek harga elpiji 3 kg. Di beberapa pengecer, harga elpiji 3 kg mencapai Rp35 ribu per tabung,” terangnya.

“Kami imbau warga jangan panik sehingga jadi korban pengecer. Belilah elpiji di pangkalan Pertamina, dengan harga sesuai HET dan stok tersedia mencukupi. Bahkan penyaluran elpiji di Januari ini sudah kami tambah,” sambung Roby.

Sejak 1 hingga 20 Januari 2020, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I telah menyalurkan 6,86 juta tabung di seluruh Sumut. Jumlah ini meningkat 6,15 persen di banding periode serupa tahun lalu. Yaitu sejumlah 6,43 juta tabung.

“Menghadapi momen Tahun Baru Imlek, Pertamina MOR I menyiapkan penambahan fakultatif elpiji 3 kg. Yaitu sebanyak 421 ribu tabung yang dapat disebar sesuai kebutuhan,” katanya.

“Kami mengimbau agar masyarakat membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi Pertamina, sesuai HET. Belilah sesuai dengan kebutuhan, tidak perlu menimbun. Karena pasokan tersedia mencukupi. Jika ada pangkalan yang terindikasi melanggar ketentuan, harap laporkan pada kami untuk kami periksa dan tindak,” ucap Roby.

“Pihaknya juga menegaskan kembali agar masyarakat menggunakan elpiji sesuai peruntukan. Masyarakat mampu, pengusaha hotel, restoran, komersial dan industri harus menggunakan elpiji non subdisi yaitu bright gas 5.5 kg, bright gas 12 kg, elpiji 12 kg dan elpiji 50 kg,” tandasnya.(wol/eko/data3)

Editor: SASTROY BANGUN