_
Home / Fokus Redaksi / Eldin: Saya Tidak Perintahkan Kasubbag “Kutip” Uang Kekurangan ke Jepang
WOL Photo/Ega Ibra

Eldin: Saya Tidak Perintahkan Kasubbag “Kutip” Uang Kekurangan ke Jepang

MEDAN, Waspada.co.id – Dalam sidang kesaksian, Mantan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, berdalil kalau dirinya tidak ada perintahkan Kasubbag Protokol Pemko Medan nonaktif, Syamsul Fitri terkait uang kekurangan ke Jepang di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (9/1).

Awalnya, Majelis Hakim yang diketuai Abdul Azis menanyakan mengenai awal mula perjalanan ke Jepang dalam perayaan ulang tahun ke 30, “Program Sister City”.

“Saya mendapat undangan dari Program Sister City ulang tahun ke 30. Lalu saya disposisi surat tersebut supaya diproses ke sekda. Itu langsung diproses,” jelasnya.

Saat ditanya, apakah undangan tesebut khusus untuk Walik Kota atau terserah?

“Tidak ada ketentuan, tapi diikuti Pemko Medan. Karena tahun lalu orang itu yang datang ke sini,” cetusnya.

Eldin melanjutkan bahwa surat tersebut langsung disetujui. “Langsung disetujui dan diberikan ke asisten pemerintahan,” katanya.

Saat ditanya apakah keberangkatan tersebut ada dianggarkan, Eldin menyebut tak menahu detail kucuran dana yang dikeluarkan.

“Ada dianggarkan, tapi tidak terinformasi secara detail kecukupan anggaran tersebut,” ungkapnya.

Saat dicerca Hakim mengenai siapakah pengguna anggaran, Eldin malah tampak kebingungan dan malah bertanya kepada Asisten Pemerintahan (Aspem) Musadat Nasution yang berada di sebelahnya.

“Kalau pengguna anggaran, saudara tahu,” tanya Hakim.

Seketika itu juga, Mantan Wali Kota Medan ini, tampak kebingungan dan tidak menjawab dan malah melihat ke kanan dan kiri serta bertanya kepada Aspem.

Hal tersebut membuat Hakim Abdul Azis bingung dan melanjutkan pertanyaan berikutnya. “Loh saudara tidak tahu, baiklah kita lanjut aja pak,” ucapnya.

Saat ditanya apakah ada memerintahkan Kasubbag Protokol Pemko Medan nonaktif, Syamsul Fitri untuk mengutip uang kekuranga ke Jepang, Eldin tampak membantahnya.

“Tidak pernah, tidak tahu saya karena itu ada SPJ (Surat Pertanggungjawaban). Karena sudah ada SPJ tidak memerintahkan Syamsul Fitri,” tuturnya.

Namun Eldin membenarkan memerintah Kasubag Protokol untuk menyelesaikan utang Pemko Medan dari kekurangan perjalanan tersebut senilai Rp900 juta.

“Saya tidak paham karena setelah laporan ada kekurangan pembayaran. Dengan itu saya menyuruh Samsul untuk bisa mencicil, karena itu tugas dia. Saya bilang mencicil, lalu Samsul katanya akan menyelesaikan. Karena pencicilan ada SPJ yang belum terselesaikan,” pungkasnya.

Diketahui, rombongan yang ikut ke Jepang terdiri dari Dzulmi Eldin, Rita Maharani, Samsul Fitri, Andika Suhartono, Fitra Azmayanti Nasution, Musaddad, Iswar S, Suherman, T. Edriansyah Rendy, Rania Kamila, Hafni Hanum, Tandeanus, Vincent, dan Amanda Syaputra Batubara, yang akan di fasilitasi oleh ERNI Tour & Travel.(wol/ryan)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Posting Berita Hoax Wiranto, PH: Terdakwa Kurang Cermat Dalam Bertindak

MEDAN, Waspada.co.id – Sidang lanjutan kasus postingan berita hoax dan pencemaran nama baik Wiranto dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.