_
Home / Medan / Buat Status di Fb “Hukum Mati Wiranto, Tembak Pakai Bazoka,” Pria Ini Diadili
WOL Photo/Ryan

Buat Status di Fb “Hukum Mati Wiranto, Tembak Pakai Bazoka,” Pria Ini Diadili

MEDAN, Waspada.co.id – Petugas Cybercrime Polda Sumut berhasil meringkus terdakwa Muhammad Hanafi (22) menggunakan media sosial (medsos) di akun Facebook palsu. Diketahui, terdakwa melalui akun Fb, memposting kalimat dari Youtube, terhadap foto Wiranto berserta caption pencemaran baik.

Dalam isi statusnya bertuliskan seperti ini. “Terungkap dalangnya Wiranto otak rusuh Papua’. “Lalu terdakwa unggah di dinding akun Facebook miliknya. Serta dengan caption ‘Hukum mati dia (Wiranto), nembaknya pakai bazoka. Ayo kita saksikan beramai-ramai.”

Hal itu terungkap dalam keterangan saksi polisi, dalam sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik mantan Menkopolhukam Wiranto.

Uniknya, akun Fb tersebut berupa akun perempuan, yang ingin menawarkan pekerjaan kepada terdakwa. Dan terdakwa pun masuk ke dalam jebakan tersebut dan berhasil ditangkap.

“Karena alamat di Fb-nya sudah berpindah, kami memancingnya menggunakan akun palsu foto cewek, yang menyamar sebagai cleaning service,” ungkap Andiko, saksi polisi di Ruang Cakra VI, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (17/1).

Saksi menerangkan, bahwa perbuatan terdakwa dianggap meresahkan masyarakat dengan nada berbau provokasi.

“Dalam kasus ini, negara yang dirugikan. Yang menjadi masalah, dia (terdakwa) menambahkan caption. ‘ini dia dalang kerusuhan Papua’ dengan foto di bawahnya Wiranto,” kata saksi lagi.

Usai mendengarkan penjelasan saksi dari pihak kepolisian, Jaksa Penuntut Umum melanjutkan pertanyaannya.
“Apakah Fb terdakwa masih bisa di buka?,” tanya penasihat hukum terdakwa.

Saksipun menjawab kalau Fb-nya sudah di take down, karena mengandung unsur provokasi.

Setelah mendengar jawaban dari saksi, PH terdakwa pun menyudahi pertanyaannya. “Saya sudah selesai pak hakim,” ucapnya.

Setelah JPU menyudahi pertanyaannya kepada hakim, bertanya kepada terdakwa, tentang kesaksian yang diberikan oleh kepolisian.
“Bagaimana terdakwa, apa semua keterangan saksi itu bener,” tanya hakim kepada terdakwa. “Iya, benar pak hakim,” ujar terdakwa.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Ketua majelis hakim, Erintuah Damanik pun menunda persidangan dengan beragendakan keterangan saksi dari pakar IT.

“Sidang kita tunda minggu depan dengan keterangan saksi dari IT,” ucap Hakim sambil mengetuk palu.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam dengan pidana Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana selama 6 tahun penjara.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Sidang Pencemaran Nama Baik, Saksi Benarkan Uang Pinjaman Milik Pribadi Tansri Chandra

MEDAN, Waspada.co.id – Sidang lanjutan pencemaran nama baik di grup WhatsApp (WA) kembali bergulir di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.