BNPB Perpanjang Shift Call Centre Aduan Korban Banjir

Ilustrasi Petugas Kepolisian (Foto: Okezone)
agregasi

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang Shift atau pembagian kerja Call Center yang menerima aduan dan keluhan bagi masyarakat yang menjadi korban banjir.

“Bagi masyarakat yang alami kondisi bencana BNPB akan siapkan call center, kami akan perbesar call center menjadi 22 shift,” kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Bambang Surya Putra dalam acara Polemik MNC Trijaya Network bertajuk ‘Banjir Bukan Takdir?’ di Sasana Krida Karang Taruna Bidara Cina, Jakarta Timur, Sabtu (4/1/2020).

Selain melalui pengaduan lewat telepon, masyarakat juga bisa menggunakan aplikasi Qlue untuk melaporkan situasi banjir ataupun membutuhkan bala bantuan di posko pengungsian.

“Masyarakat bisa partisipasi gunakan Qlue jadi ketika mengalami masalah banjir gunakan aplikasi itu foto dan laporkan ke pemerintah untuk ditidaklanjuti,” tutur Bambang.

Sementara itu, Bambang menyebut, peristiwa banjir yang mengepung Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat harus menjadi pembelajaran dan evaluasi bagi seluruh pihak dalam melakukan mitigasi serta penanganan.

“Bahwa kami jadikan kejadian banjir sebagai hard warning bahwa penanggulangan bencana dan kondisi iklim merupakan ancaman kita semua,” papar Bambang.

Oleh sebab itu demi memitigasi, Bambang berpandangan bahwa seluruh elemen baik pemerintah pusat, daerah, lembaga, TNI dan Polri harus duduk bersama.

Di sisi lain, menurut Bambang, masyarakat juga harus lebih sadar terkait dengan mewaspadai terjadinya bencana alam yang terjadi.

“Keluarga juga harus punya rencana kemana evakuasi dan mitigasi. Pahami risiko dan ancamannya,” tutup Bambang.