Berteknologi Canggih, Jokowi Ingin Penghuni Ibu Kota Baru Bahagia

Lahan Ibukota baru. (Foto: Dok Kementerian PUPR)
Iklan
agregasi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar pembangunan ibu kota baru berkonsep modern dengan teknologi canggih. Dirinya juga menginginkan agar ibu kota baru bisa ramah lingkungan, sehingga masyarakat yang tinggal di dalamnya bisa nyaman untuk beraktivitas.

“Ini akan menjadi karya terbaik dalam efisiensi energi dalam inovasi dan kreativitas ramah lingkungan dan dalam kebahagiaan penghuninya,” kata Jokowi seperti dilansir setkab, di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Jokowi juga tidak ingin membangun ibu kota yang sifatnya hanya administratif kecil tetapi kota metropolitan yang cerdas. Selain itu, jumlah penduduk yang akan dibawa pindah menuju ibu kota baru ini tidak terlalu banyak.

Menurut Jokowi, Indonesia memiliki 1,4 juta pegawai pemerintah pusat di Jakarta. Dengan keluarga mereka, total populasi sekitar 6 hingga 7 juta orang.

“Dengan 6 hingga 7 juta orang pindah ke ibu kota baru, populasi akan menjadi 3 kali populasi Paris, 10 kali populasi Washington DC, itu akan mulai mendekati 8 hingga 9 juta populasi seperti New York dan London,” ucap Jokowi.

iklan

Karena itu, pemerintah harus memastikan bahwa gaya hidup perkotaan abad ke-21 rendah karbon dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ibu kota baru akan mengatasi penyebab sosial pencemaran yaitu budaya gaya hidup boros, dengan menciptakan kota baru yang menarik, mudah, dan diharapkan untuk orang kaya dan miskin.

“Untuk mengadopsi gaya hidup rendah karbon yang efisien, berorientasi pada transportasi umum dan kehidupan kota yang ramah pejalan kaki, dan dekat dengan alam,” ucap Jokowi.

Iklan