_
Home / Fokus Redaksi / Beginilah Cara Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak.(foto: istimewa)

Beginilah Cara Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin

MEDAN, Waspada.co.id – Saban hari, pasti ada saja tindak kriminalitas yang diurusi polisi. Sudah menjadi takdir polisi merespon cepat dengan memberikan rasa aman dan menganyomi warganya.

Namun, di antara kasus kriminal itu beberapa diantaranya membuat heboh publik. Entah kasus orang hilang, pencurian, jambret, penculikan, begal, perampokan, dan pembunuhan secara misterius yang sebenarnya sulit dipecahkan.

Tapi, polisi selalu cerdas menyiasati. Ini yang patut diapresiasi karena kadang dilakukan dengan cepat. Kira-kira apa saja kasus tersebut? Sebut saja kasus pembunuhan berencana Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin.

Kasus ini terbilang pelik dan menonjol karena di hari ke-40, polisi baru berani mengekspose dalang beserta eksekutor mati sang hakim.

Bagaimana polisi mengungkap kasus yang menjadi buah bibir ini? Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak, Senin (27/1), berkesempatan berbagi kisah suksesnya.

Di ruang kerjanya, mantan Kasubdit III Jahtanras Dit Reskrimum Polda Sumatera Utara itu, menyebutkan kasus ini bisa terungkap berkat kejelian tim. Jeli karena ulet menganalisa TKP, data dan keterangan tersangka beserta saksi.

”Kuncinya kejelian, pengalaman dan yang terpenting ini sudah ditentukan jalannya oleh Tuhan, harus begini. Ini semua kehendak Tuhan. Namun, kita tetap berikhtiar dengan turun langsung ke TKP, menganalisa data secara teliti dan membenturkan keterangan saksi juga tersangkanya. Maka, kasus ini pun bisa terungkap. Ini bagian dari teknik investigasi dan interogasi bang. Metode ini tidak akan didapat di dunia pendidikan formal, tetapi dari pengalaman selama saya menjadi polisi dan banyak belajar dari para senior serta mengikuti arahan-arahan dari pimpinan,” katanya.

Tak semudah membalik telapak tangan memang mengupas tuntas kasus ini. Maringan mengaku sudah mempelajari kasus ini jauh sebelum diamanahkan menjabat Kasat Reskrim menggantikan AKBP Eko Hartanto, sesuai Surat Telegram nomor ST/1117/XII/KEP/2019, Jumat (6/12) yang diteken Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto, ketika itu.

Menurutnya, data sudah digali dan dipelajari terlebih dulu, sejak kasus pembunuhan ini mencuat. Bahkan bersama Direktur Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian, beberapa hari sebelum kasus ini diekspose, tim sempat kembali ‘mengobrak-abrik’ TKP. Saking rincinya mencari bukti di TKP, soal jalan menanjak pun mereka kupas sebagai bahan analisa kasus.

Selain meneliti hal-hal kecil di sekitar areal perkebunan sawit di Kutalimbaru, Deliserdang itu, rumah korban di kawasan Medan Johor, kembali mereka pra-rekon. Intinya, penyidik ingin meyakinkan bahwa insting mereka yang mengarah kepada ketiga tersangka, tidak meleset.

Selain itu, mengonfrontir keterangan saksi, mulai dari orang dalam, rekan bisnis dan rekan kerja tak lupa dikumpulkan sambil terus dianalisa. Dari beberapa keterangan saksi, akhirnya mengerucut kepada ketiga tersangka, Zuraida Hanum, Jefri dan Reza.

”Hakim-hakim PN Medan, Pengacara tersangka sampai asisten pribadi korban saya ajak bicara. Semua keterangan mereka kita rangkum dan jadi bahan analisa tim,” pungkasnya.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Bunuh Paman Kandung Karena Entok, Pria Ini Lemas Dituntut 5 Tahun Penjara

MEDAN, Waspada.co.id – Terdakwa Zulfadly (27) warga Jalan Karang Sari, Komplek Purna Bakti, Kecamatan Medan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.