Bebas Banjir 2022, Pemprovsu Canangkan Gerakan 1 Juta Biopori

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

SUNGGAL, Waspada.co.id – Setelah mendeklarasikan Medan Bebas Banjir Tahun 2022 bersama ribuan warga Medan dan sekitarnya pada Desember lalu, Pemprovsu bergerak cepat mengambil tindakan untuk mewujudkan komitmen tersebut.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Pemprovsu mencanangkan gerakan Satu Juta Biopori, pencanangan penanaman vetiver (tanaman pencegah longsor), dan penataan model tanaman penghijauan. Pencanangan dihadiri Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi di Markas BPBD, Jalan Medan-Binjai, Jumat (17/1).

“Pencanangan Satu Juta Biopori ini tentunya membantu penyerapan dan penyimpanan air di dalam tanah. Salah satu upaya yang bisa kita lakukan mencegah banjir di masa depan. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan Medan Bebas Banjir pada Tahun 2022 bisa terwujud,” ujar Gubernur.

Langkah pencanangan Satu Juta Biopori dan penanaman vetiver diapresiasi Gubernur. Apalagi, sepanjang tahun 2019, bencana yang terjadi di wilayah Sumut sebanyak 80% merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor. Jadi, pencanangan tersebut dipandang sangat relevan dan dibutuhkan.

“Saya imbau seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota, khususnya Medan dan sekitar, turut menyukseskan gerakan satu juta biopori. Dimulai dari rumah-rumah, begitupula membudidayakan tanaman vetiver khususnya daerah-daerah rawan longsor, karena tanaman ini memang juga sudah diimbau oleh Presiden Jokowi untuk dibudidayakan,” jelas Edy.

iklan

Saat itu, Edy kembali mengingatkan untuk menjaga kebersihan, dimulai dengan bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing. Misalnya, sampah rumah tangga agar dikelola dengan benar dimulai dari rumah. Menerapkan prinsip 3R yakni reuse, reduce, dan recycle.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis, menjelaskan pencanangan Satu Juta Biopori dan penanaman vetiver merupakan langkah mewujudkan Medan Bebas Banjir 2022 dan penanggulangan banjir Sumut secara umum.

“Biopori ini merupakan lubang resapan berupa pipa tegak lurus ke dalam tanah. Pipa berdiameter 10-30 cm ini ditanam dengan kedalaman 100-120 cm dan dapat menyimpan air sebanyak tiga meter kubik per biopori. Jadi sejuta biopori menyimpan tiga juta meter kubik. Vetiver itu rumput konservasi lahan yang mampu menyimpan air dan mengikat tanah,” tutur Riadil.

Dalam kesempatan tersebut, Gubsu secara simbolis menanam satu pipa biopori di halaman kantor BPBD, dilanjutkan menanam vetiver bersama Kepala BPBD, dan melepas 25 fasilitator Desa/Kelurahan Tangguh Bencana ke 15 kabupaten/kota Sumut (49 desa) rawan bencana banjir dan longsor.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan