Bawa 90 Bungkus Sabu, Boiman Dijatuhi Hukuman Mati

WOL Photo/Ryan

MEDAN, Waspada.co.id Boiman alias Boy bin Kartowijoyo (54) terdakwa kurir sabu seberat 56 kg dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun SH.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Boiman alias Boy bin Kartowijoyo dengan hukuman mati,” tegas Jaksa Nur Ainun SH MH, di ruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan, Selasa (14/1).

JPU menilai perbuatan terdakwa Boiman telah terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam nota tuntutan JPU Nur Ainun, hal yang memberatkan terdakwa Boiman karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika.

“Sedangkan hal yang meringankan tidak ditemukan,” ucap JPU Nur Ainun di hadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik SH MH.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim Erintuah Damanik menunda persidangan pekan depan dengan agenda pembelaan terhadap terdakwa (pledoi).

Sebelumnya, Kamis 09 Januari 2020, empat rekan terdakwa Boiman terlebih dahulu dituntut hukuman mati oleh JPU Nur Ainun. Sementara tuntutan terhadap terdakwa Boiman ditunda karena berhalangan sakit.

Ke empat terdakwa yakni Iskandar alias Is bin Hamid (39) Sunarto alias Narto bin M. Suniyo (47), Suhairi alias Heri Bin Manjo (42) dan Marsimin alias Min bin Mat Suwardi (47).

Sementara itu, mengutip dakwaan JPU Nur Ainun, bahwa berdasarkan barang bukti yang ditemukan petugas dari para terdakwa yakni 50 bungkus di dalam 2 buah tas yang masing-masing berisi 25 bungkus warna hijau dengan berat 50 kg sabu, 1 buah plastik kresek warna hitam yang di dalamnya berisikan sabu seberat 1 kg dan 4 bungkus plastik yang berisikan 5,2 kg.

Dari 50 bungkus sabu yang ditemukan, petugas Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, merupakan sisa dari 90 bungkus yang diambil oleh terdakwa Iskandar dan terdakwa Boiman.

Sedangkan 40 bungkus sudah berhasil diserahkan kepada pembelinya oleh terdakwa Marsimin dan terdakwa Sunarto.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN