Baleg DPR-Pemerintah Sepakat 50 RUU Masuk Prolegnas Prioritas 2020

Foto: Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas (Liputan6.com)
agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) beserta DPD RI. Hasil rapat tersebut menyetujui sebanyak 50 Rancangan Undang-Undang (RUU) masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2020.

Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas menyatakan, pada prinsipnya seluruh fraksi telah menyepakati 50 RUU yang masuk dalam Prolegnas prioritas tahun 2020.

“Pada prinsipnya seluruh fraksi setuju terhadap 50 RUU yang kita tetapkan hari ini,” ujar Supratman dalam rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Supratman menuturkan, dari 9 fraksi, sebanyak 6 fraksi menyatakan bulat mendukung, dan tiga fraksi setuju dengan memberikan catatan. Ketiga fraksi tersebut adalah Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDIP, dan Fraksi Partai Nasdem.

“Dari 9 fraksi, 6 fraksi menyetujui bulat dan 3 fraksi dengan catatan,” katanya.

Fraksi Nasdem, kata Supratman, memberikan catatan terkait RUU carry over seperti RUU Mineral dan Batubara. Sementara Fraksi Golkar memberikan catatan tentang RUU Penyadapan, dan Fraksi PDIP berikan beberapa catatan, namun tidak dibacakan dalam rapat tersebut.

“Namun, semua fraksi setuju dengan pengesahan RUU Prolegnas prioritas tahun 2020. Catatan ini jadi lampiran terhadap keputusan yang kita ambil,” kata Supratman.

Selain itu, ada beberapa RUU yang mengalami perubahan, meliputi RUU Badan Keamanan Laut (Bakamla) menjadi prioritas usulan pemerintah. Kemudian, RUU tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menjadi usulan pemerintah.
Sementara RUU Komisi Yudisial yang menjadi usulan Baleg DPR didrop atau tidak masuk ke dalam Prolegnas. Ditambah, RUU TNI yang sebelumnya usulan pemerintah menjadi usulan Baleg DPR RI.

Menkumham Yasonna Laoly mengatakan, 50 RUU Prolegnas prioritas yang sudah disepakati seluruh fraksi ini dapat diselesaikan dengan cepat.

“Tapi, prioritas ini hendaknya dapat kita lakukan bersama-sama. Saya percaya ini demi kepentingan bersama,” kata Yasonna.

Berikut 50 RUU Prolegnas prioritas 2020 :

1 RUU tentang Keamanan dan Ketahanan Siber

2 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran

3 RUU tentang Pertanahan

4 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu

5 RUU tentang Kitab UU Hukum Pidana

6 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan

7 RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

8 RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan

9 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

10 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan

11 RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara

12 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

13 RUU Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara

14 RUU tentang Energi Baru dan Terbarukan

15 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana

16 RUU tentang Perlindungan dan Bantuan Sosial

17 RUU tentang Pengawasan Obat dan Makanan

18 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial

19 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI

20 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka

21 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai

22 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan

23 RUU tentang Penyadapan

24 RUU tentang Pembinaan Haluan Ideologi Pancasila

25 RUU tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

26 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN

27 RUU tentang Sistem Perposan dan Logistik Nasional

28 RUU tentang Sistem Kesehatan Nasional

29 RUU tentang Kefarmasian (Omnibus)

30 RUU tentang PKS

31 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua

32 RUU tentang Masyarakat Hukum Adat

33 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran

34 RUU tentang Kependudukan dan Keluarga Nasional

35 RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional

36 RUU tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak

37 RUU tentang Ketahanan Keluarga

38 RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol

39 RUU tentang Profesi Psikologi

40 RUU tentang Perlindungan Tokoh Agama

41 RUU tentang Cipta Lapangan Kerja (Omnibus)

42 RUU tentang Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian (Omnibus)

43 RUU tentang Perlindungan Data Pribadi

44 RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Narkotika

45 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

46 RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK

47 RUU tentang Ibu Kota Negara (Omnibus)

48 RUU tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah

49 RUU tentang Daerah Kepulauan

50 RUU tentang Bakamla.