Agar Aman Bekerja, Isa Ansyari Beri Rp530 Juta ke Eldin

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Terdakwa Isa Ansyari yang diketahui Kadis PU Kota Medan, mengaku agar pekerjaannya tidak terganggu dirinya memberikan uang senilai Rp530 juta kepada Walik Kota Medan Nonaktif, Dzulmi Eldin.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan Kasus OTT suap Wali Kota Medan dengan terdakwa Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Ansyari, dalam persidangan yang berlangsung di ruang Cakra Utama Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (23/1).

Dalam sidang kesaksian, Majelis Hakim yang diketuai Abdul Azis bertanya kepada Isa, kenapa mau memberikan uang sebanyak itu.
“Agar dianggap loyal pak hakim,” jelas Isa.

Dengar pengakuannya, Majelis Hakim pun melanjutkan pertanyaan. “Supaya dianggap loyal apa takut,” tanya hakim.

“Tidak pak, harapan saya agar aman dalam pekerjaan pak hakim,” ungkap Isa.

Dikutip dari dakwaan, terdakwa Isa Ansyari disebutkan memberikan uang kepada Dzulmi Eldin sebanyak Rp250 juta, uang tersebut ia berikan untuk menutupi perjalanan Dzulmi Eldin yang melakukan perjalanan dinas ke Jepang pada Juli 2019 lalu.

Berbeda dengan kesaksiannya hari ini, Isa mengaku uang yang diberikan kepada Dzulmi tidak hanya itu saja, melainkan ada beberapa kali ia menyetorkan uang kepada Eldin, dan diakumulasikan mencapai Rp530 juta diberikan kepada protokolernya.

“Ada beberapa kali saya menyetorkan uang, bila saya total bisa mencapai Rp530 juta,” ujar Isa.

Sebelum berangkat ke Jepang, kata Isa, ada empat kali Ia diminta uang Rp20 juta untuk oprasional perjalanan Dzulmi Eldin ke luar kota.

“Sebelum ke Jepang, saya ada 4 kali memberikan Rp20 juta kepada Wali Kota, melalui Kasubag Protokoler Samsul,” ujarnya.

Selang waktu tak lama, Ia dimintai uang sebesar Rp200 juta untuk keberangkatan Dinas Eldin ke Jepang.

“Tak lama, saya diminta uang Rp200 juta untuk keberangkatan Wali Kota Medan ke Jepang,” cetusnya.

Mirisnya, setelah pulang dari Jepang, Ia juga dibebankan untuk membayarkan utang Pemko Medan kepada Travel.

“Setelah pulang dari Jepang, saya dibebankan uang Rp250 juta untuk membayarkan utang, Itulah yang OTT kemarin,” cetusnya.

Isa juga mengaku, dalam pembayarannya Isa Ansyari mencicil hingga mencapai Rp250 juta.

“Yang pertama saya bayarkan Rp200 juta melalui rekening Bank Sumut milik saya ke rekening bapaknya Andika, dan yang Rp50 juta lagi, rencananya saya bayar langsung. Sempat saya mengelak untuk tidak ditagih uang yang Rp50 juta tersebut karena saya sudah tidak memiliki uang lagi,” ujar Isa.

Saat ditanyai Hakim mengenai uang itu dikemanakan, Isa terlihat cengegesan sambil menjawab tidak mengetahui uang tersebut akan dibawa ke mana, dan menurutnya kalau sudah sama Syamsul maka sudah sampai uang tersebut.

“Saya tidak mengetahui uang itu akan dikemanakan, tapi yang saya tau bila uang tersebut sama Syamsul, maka itu atas arahan Pak Wali,” ujarnya sambil cengengesan.

Melihat Isa tertawa, Hakim pun kesal dan mengeluarkan suara yang sempat tinggi kepada terdakwa Isa.

“Jangan ketawa kamu, itu uang bukan sedikit. Gak ada menyesalnya kamu sedikitpun,” ujar Hakim sambil mengeluarkan nada yang tinggi.

“Sangat menyesal pak, sebab itu menggunakan uang pribadi saya. Kan saya mengirimnya melalui rekening gaji saya. Awalnya saya kira saya tidak bersalah, makanya saya berani mengirim uang tersebut,” ujarnya.

Usai mendengarkan kesaksian Isa, Hakim pun menutup persidang dan akan melanjutkan sidang tuntutan pada tanggal 3 Februari 2020 mendatang.

“Sidang kita tutup dan kita lanjutkan tanggal 3 Februari 2020 mendatang dengan agenda tuntutan,” tutup majelis hakim.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN