2 Bulan Buron, Polrestabes Bekuk Pelaku Aniaya Tewaskan Mahasiswa Nomensen

Rojer Siahaan, Pelaku Aniaya Tewaskan Mahasiswa Nomensen. (WOL Photo)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Sat Reskrim Polrestabes Medan membekuk satu tersangka kasus pengeroyokan mengakibatkan tewasnya seorang mahasiswa bernama Rojer Siahaan (21) saat peristiwa tawuran antar mahasiswa di kampus Universitas HKBP Nommensen.

Infomasi diperoleh Waspada Online, Jumat (24/1), menyebutkan salah seorang tersangka yang berhasil dibekuk polisi adalah EPP alias EK (22) warga asal Lumban Baringin, Desa Pardede Onan Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.

Tersangka merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro yang tak lain adalah teman satu almamater korban di Universitas HKBP Nomensen Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak, mengungkapkan penangkapan terhadap tersangka dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/2658/K/XI/2019/SPKT Restabes Medan tanggal 22 November 2019 lalu dengan pelapor Daniel Putra Wisesa Siahaan atas tindak pidana kasus dalam Pasal 338 subs Pasal 170 ayat (2) ke 3e yo Pasal 351 ayat (3) KUHPidana yang menewaskan korban.

Dari hasil penyelidikan dan upaya pengembangan, kasus pengeroyokan menewaskan korban dalam peristiwa tawuran antar mahasiswa dipicu saling ejek pasca pertandingan futsal tersebut. Pihak kepolisian selanjutnya mendapat informasi keberadaan tersangka EPP yang sempat kabur ke beberapa lokasi dalam upaya persembunyiannya, Rabu (22/1) kemarin.

iklan

“Informasi itu langsung ditindaklanjuti tim dengan meluncur ke lokasi persembunyian tersangka yang buron sekitar dua bulan lalu. Tanpa adanya kendala yang berarti, personil yang turun ke lokasi kemudian berhasil mengamankan tersangka yang bersembunyi di rumah salah seorang kerabatnya di Desa Salak, kawasan Pakpak Bharat,” katanya.

Usai diamankan, Maringan menyebutkan tersangka kemudian digelandang petugas dari lokasi penangkapan menuju Mapolrestabes Medan guna diproses hukum lebih lanjut.

Tersangka EPP merupakan salah satu dari beberapa orang tersangka yang terlibat langsung melakukan pengeroyokan dan penikaman terhadap korban saat tawuran antar mahasiswa itu terjadi di Kampus Nomensen pada, Jumat (22/11) lalu.

Sebelumnya, pihak kepolisian bahkan telah mengamankan tiga tersangka lain yang terlibat atas peristiwa yang menewaskan korban tersebut. Ketiga tersangka yang kini tengah menjalani proses hukum itu diantaranya RS, MS, dan EKS yang merupakan mahasiswa Universitas HKBP Nomensen.

“Sampai saat ini sudah empat tersangka yang ditangkap berkaitan kasus yang menewaskan korban itu. Selanjutnya kasus ini masih terus di dalami untuk mengungkap lebih jauh adanya keterlibatan tersangka lain. Mereka yang ditangkap dikenakan Pasal 338 subs Pasal 170 ayat (2) ke 3e yo Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan