_
Home / Aceh / Warga Aceh Besar Ramai-Ramai Ingin Gabung Wilayah Banda Aceh
FOTO: Bupati Aceh Besar Mawardi Ali (Ist)

Warga Aceh Besar Ramai-Ramai Ingin Gabung Wilayah Banda Aceh

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Warga di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Besar, tempat kelahiran Mawardi Ali, di antaranya seperti Darussalam dan Baitussalam, mengaku sangat mendukung bila daerah itu bergabung dengan Kota Banda Aceh.

Seperti dikatakan Muhammad, tokoh muda di pesisir Aceh Besar, Jumat (13/12). “Memang pesisir Aceh Besar lebih baik gabung dengan Banda Aceh saja. Walaupun daerah Darussalam dan Baitussalam itu merupakan daerah kelahiran Mawardi Ali, bupati Aceh Besar. Namun kurang terperhatikan. Mungkin lebih baik gabung dengan Banda Aceh,” katanya.

Dia menilai, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali tidak tepat jika menolak perluasan Banda Aceh hanya karena sentimen daerah. “Ego daerah tidak penting bagi kami. Mawardi Ali hanya numpang lahir di Baitussalam. Sementara untuk pembangunan lupa,” ungkapnya.

“Untuk adminitrasi juga begitu. Kantor pelayanan satu pintu di Lambaro Angan sangat lelet. Kinerja mereka buruk. Satu surat saja berhari-hari. Untuk ke Jantho, sangat jauh. Jadi kami sepakat jika bergabung ke Banda Aceh. Biar Mawardi urus Sibreh ke Jantho saja,” katanya lagi.

Hal serupa juga diungkapkan Razikin, warga Kahju yang mengaku sangat mendukung hal itu. Menurutnya, selama ini Mawardi Ali hanya menjadikan Sibreh hingga Jantho sebagai priolitas. Sementara pesisir Aceh Besar sering terlupakan. “Jadi seandainya Baitussalam dan Darussalam masuk ke Banda Aceh, itu lebih baik. Kita mendukung,” kata dia.

“Mawardi hanya membawa ego pesisir saat mencalonkan diri. Kemudian lupa. Jadi sangat tak etis kalau dia menolak pesisir bergabung ke Banda Aceh, sementara dia sendiri lupa dengan daerah kelahirannya,” kata Marzuki, warga Labuy, Kecamatan Baitussalam.

Masyarakat Pulo Aceh Menyambut Baik
Wali kota Banda Aceh Aminullah Usman telah mengusulkan wacana pelebaran wilayah kota Banda Aceh ke dalam wilayah Aceh Besar, hal itu disampaikan langsung saat Rapat Kerja Bupati/Wali Kota se-Aceh Tahun 2019 di Gedung Serbaguna Setdaprov Aceh, Kamis (5/12).

Rapat yang diikuti 23 bupati/wali kota tersebut dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Turut hadir, Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri, Eko Subowo, anggota Komisi X DPR RI, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, Asisten I dan II Setda Aceh, M Jafar dan HT Ahmad Dadek, para kepala SKPA, serta perwakilan intansi terkait lainnya.

Elemen masyarakat Pulo Aceh sangat gembira mendengar kabar tersebut mengingat letak geografis pulo aceh lebih dekat dengan Kota Banda Aceh ketimbang ibukota Aceh Besar.

“Kami merasa sangat cocok jika memang Pulo Aceh memindahkan wilayah administrasi ke Banda Aceh mengingat lebih menghemat waktu dan biaya, mengingat juga pelabuhan persandaran Kapal/boat penumpang Pulo aceh juga diBanda Aceh,” ucap Ketua Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pulo Aceh (IPPELMAPA), Mulyadi Pulo, belum lama ini.

“Kami Meminta Bupati Aceh Besar untuk merelakan saja Pulo Aceh bergabung ke Banda Aceh karna mengingat wilayah Aceh Besar sangat luas dan alokasi APBK juga terbatas” Sambung Mulyadi Pulo yang juga merangkap sebagai Ketua Lembaga Pulo Peduli Generasi.

Mulyadi menuturkan, sangat patut dilepaskan karna selama ini tidak ada PAD (Pendapatan Asli Daerah) di Pulo Aceh, dan juga perputaran roda ekonomi masyarakat juga dengan Banda Aceh. “Jangankan sektor wisata, yang paling dasarpun kita tidak memadai seperti signal komunikasi tidak ada.”

“Tak hanya itu, transportasi laut dan darat, pendidikan, dan masih banyak masalah yang perlu diselesaikan, kalau memang Bupati Aceh Besar enggan melepaskan wilayahnya tetapi jangan enggan membangunnya,” imbuhnya.

Mulyadi berharap dapat melakukan pertemuan dengan Wali kota Banda Aceh guna membahas langkah-langkah yang harus ditempuh atas usulan tersebut. “Kami siap berhadapan dengan Hukum dan Undang-undang yang berlaku, dan juga atas segala konsekuensinya” tutupnya. (atjehw/bbs/ags/data3)

Check Also

Program “Wali Kota Menjawab” Jadi Model Keterbukaan Informasi Publik

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Agenda rutin Pemerintah Kota Banda Aceh ‘Wali Kota Menjawab’ kembali digelar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.